Harga Turun Mendadak, Buah Sawit Petani Terus Anjlok

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
27 April 2022 19:14
Ilustrasi kelapa sawit. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kalangan petani sawit mulai geram dengan langkah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang menurunkan harga tandan buah segara (TBS) suka-suka setelah pemerintah melarang ekspor bahan baku minyak goreng atau RBD palm olein.

Dalam beberapa hari terakhir, terjadi penurunan harga Tbs hingga Rp 1.500/Kg. Padahal, pemerintah daerah melalui Tim Penetapan Harga Pembelian TBS tidak menurunkannya. Kini, petani menagih balik pabrik kelapa sawit agar membayar kerugiannya. Pemerintah juga harus memaksa PKS untuk membayar harga TBS sesuai dengan yang diberlakukan tiap-tiap daerah.

"Jadi harga yang dibayar rendah dengan alasan pelarangan ekspor itu harus dibayar kembali kekurangannya oleh PKS. Misal kalau kemarin petani jual TBS harga Rp1.500 dan harga ketetapan di daerah Rp3.000 maka PKS itu harus bayar kembali Rp1.500 selisihnya," kata Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih, Rabu (27/4/22).


Dinamika ini seharusnya tidak terjadi apabila pihak perusahaan ataupun korporasi sawit berlaku patuh dan mengikuti kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

"Kasus mengenai menurunnya harga TBS di tingkat petani, ini kan sebenarnya sudah diperinci pemerintah bahwa yang dilarang ekspor adalah RBD Palm Olein, bukan CPO. Selain itu sudah diatur juga pedoman untuk pembelian harga TBS sesuai dengan wilayahnya masing-masing, sehingga tercipta keadilan harga. Masalahnya peraturan ini lagi-lagi tidak dipatuhi," katanya.

Dari Provinsi Riau misalnya, Ketua DPW SPI Riau, Misngadi, menyebutkan penurunan harga TBS masih terus berlanjut hingga hari ini.

"Banyak PKS yang menetapkan penerimaan TBS sampai hari ini, mengingat besok kebijakan pemerintah sudah diberlakukan. Harga TBS di petani juga turun, di kisaran Rp1.500 - Rp1.600 per kg. Bahkan ada juga yang dibeli kurang dari Rp1.000 per kg." ujarnya.

Hal serupa juga terjadi di berlaku Sumatera Utara. Ketua DPW SPI Sumatera Utara, Zubaidah, mengatakan penurunan harga TBS cukup signifikan.

"Di tempat tinggal saya, di Asahan, harga TBS berada di kisaran Rp1.500 - Rp1.800 per kg. Penurunannya signifikan sekali mengingat di bulan-bulan sebelumnya, harga TBS cukup tinggi," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pengutan Ekspor Naik, RI Kena Guyur Duit Sawit Rp110 T


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading