CNBC Insight

Sejarah Sawit Indonesia: Mulanya Hanya 4 Biji

News - Petrik, CNBC Indonesia
27 April 2022 08:56
Pekerja mengangkut hasil panen kelapa Sawit di kebun Cimulang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/3). Badan Pusat Statistik BPS  mengumumkan neraca Perdagangan (Ekspor-impor) Pada bulan Februari, nilai ekspor mencapai US$ 12,53 miliar, atau turun 11,33% dari tahun sebelumnya (YoY). Nilai ekspor minyak sawit sepanjang Januari-Februari 2019 hanya mencapai US$ 2,94 miliar, yang artinya turun 15,06% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hari ini ketergantungan bangsa Indonesia akan kelapa sawit sangat tinggi sekali. Hingga budidaya kelapa sawit dilakukan di banyak daerah di Indonesia.

Indonesia adalah negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar dunia. Anehnya, minyak goreng kelapa sawit di Indonesia sempat langka beberapa waktu lalu. Harga pun mahal sekali.

Sejarah tanaman kelapa sawit di Indonesia sudah lebih dari 170 tahun. Tanaman ini dikenal dengan nama botani Elaeis guineensis Jacq.


"Temuan arkeologi mengungkapkan bahwa buah, biji dan kelapa sawit sudah menjadi bagian integral makanan bangsa Afrika Barat sejak 5.000 tahun yang lalu," tulis Achmad Mangga Barani dkk dalam Gambut, Sawit, dan Lingkungan (2021:109) Kelapa sawit yang kemudian tertanam di Indonesia juga berasal dari Afrika.

 

"Belanda yang memperkenalkan kelapa sawit ke Indonesia pada 1848, sedangkan perkebunan di Sumatera dimulai pada 1911," tulis Setijati D. Sastrapradja dalam Perjalanan Panjang Tanaman Indonesia (2012:176). Orang-orang Eropa mengenal sawit setelah tahun 1400-an.

Mulanya sawit yang ditanam di Indonesia itu hanya empat biji saja dan ditanam di Kebun Raya Bogor pada 1848. Tungkot Sipayung dkk dalam Ekonomi Agribisnis Minyak Sawit (2019:14) menyebut Dr DT Price yang membawa masuk tanaman itu ke Indonesia. Dua benih dari Bourbon Mauritius dan dua benih dari Amsterdam. Tanaman itu mampu hidup di Bogor.

"Melihat keberhasilan tersebut, pada 1911 perusahaan Belgia membuka usaha perkebunan kelapa sawit komersial pertama di Pulau Raja (Asahan) dan Sungai Liput (Aceh). Pada tahun yang sama, perusahaan Jerman juga membuka usaha perkebunan perkebunan kelapa sawit di Tanah Itam Ulu (sekarang Kabupaten Batubara)," tulis Tungkot Sipayung dkk

Ramainya industri margarin pada 1870-an ikut membuat terjadinya penanaman secara besar-besaran pun dilakukan. Menurut Joko Supriyono, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), hingga 1980-an luas perkebunan sawit di Indonesia baru mencapai 200 ribu hektar dan itu pun warisan dari perkebunan era kolonial Hindia Belanda.

Dalam kurun waktu 30 tahun luas perkebunan itu bertambah. Pada 2009 perkebunan sawit di Indonesia mencapai 7,2 hektar. Ada perkiraan yang menyebut bahwa di pada 2014 luas perkebunan sawit akan mencapai 10 juta hektar. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat luas perkebunan minyak kelapa sawit tahun lalu telah mencapai 15,08 juta hektare.

Lahan sawit dianggap sebagian orang Indonesia sebuah peluang ekonomi yang menyerap 2,8 juta orang Indonesia sebagai tenaga kerja. Dari jumlah itu, 1,6 juta diantaranya adalah petani. Di luar orang yang bekerja di sektor kelapa sawit itu, di luar perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit, jutaan orang Indonesia lainnya menanti hasil olahan kepala sawit yang bermacam-macam itu dikonsumsi. 

Kelapa sawit tentu saja kemudian menjadi industri yang menjanjikan beberapa konglomerat Indonesia. Liem Sioe Liong dari Salim Group pada 1980-an sudah tertarik dengan industri ini. Selain Liem, Eka Tjipta Widjaja juga besar karena minyak goreng kelapa sawit setelah sukses dengan Bimoli. Setelah tahun 1990-an jumlah pemain industri sawit semakin banyak. Saham kelapa sawit sempat dianggap saham terbaik.

 

TIM RISET CNBC INDONESIA

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi Effect! Larang Ekspor Sawit, Petani Malah 'Menjerit'


(pmt/pmt)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading