Internasional

Fenomena Kerja Remote di China Makin Marak, Ini Sebabnya

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
26 April 2022 21:05
Workers pack bags with goods imported from China at a company in Bangkok, Thailand, August 7, 2018. REUTERS/Athit Perawongmetha

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah karyawan jarak jauh (remote working) di China telah mencapai 469 juta pada Desember 2021. Laporan Statistik China ke-49 tentang Pengembangan Internet mengatakan jumlah ini naik 35,7% year-on-year.

Survei oleh perusahaan internet, yang dikutip People's Daily Overseas Edition pada Senin (25/4/2022), mengatakan tidak bepergian dianggap sebagai manfaat terbesar dari bekerja dari jarak jauh, dan lingkungan kerja dianggap lebih nyaman, dengan waktu kerja yang lebih fleksibel.

Dari perspektif perusahaan, sebagian besar perusahaan besar dan menengah mendirikan kantor di setidaknya dua wilayah.


Fu Xujun, wakil presiden Ding Talk, platform intelligent mobile office, mengatakan para perusahaan semakin bergantung pada platform kerja online terkoordinasi untuk meningkatkan efisiensi kerja dan menurunkan biaya perjalanan selama komunikasi dan koordinasi bisnis antar-regional.

"Kita dapat mengharapkan pergeseran dari mode kerja tetap dan terpusat ke mode seluler, multi-lokasi," tambah Fu.

Sementara, alat digital yang mudah digunakan membebaskan staf dari pekerjaan sederhana dan berulang sehingga mereka dapat fokus pada pekerjaan yang lebih berharga, kata Yuan Lingzi, konsultan wakil presiden platform layanan perusahaan Feishu.

China sendiri kini tengah mengalami kenaikan kasus Covid-19, sehingga fenomena remote working diperkirakan akan tetap tinggi selama masa pandemi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Joss! China Sudah Vaksinasi Full 1,16 Miliar Warganya


(tfa/tfa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading