Internasional

Dear Mr Putin, Rusia Disebut Biang Kerok Perubahan Iklim

News - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
25 April 2022 17:00
Police Officers stand guard as Extinction Rebellion demonstrators peacefully block an entrance at City Airport in London, Thursday, Oct. 10, 2019. Some hundreds of climate change activists are in London during a fourth day of world protests by the Extinction Rebellion movement to demand more urgent actions to counter global warming. (AP Photo/Matt Dunham)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia benar-benar ditekan soal ekspor minyak dan gasnya, menyusul serangan ke Ukraina. Kali ini suara tentangan berasal dari para aktivis lingkungan dengan seruan penghentian segera migas Rusia dan penghentian pembangunan infrastruktur bahan bakar fosil.

Ada sekitar 50 aktivis menyerukan "berani seperti Ukraina" di luar perwakilan Jerman untuk Uni Eropa. Seorang aktivis Ukraina Nastya Pavlenko berujar perubahan iklim dan perang di Ukraina disebabkan oleh bahan bakar fosil Rusia.


"Tidak ada uang yang sebanding dengan nyawa anak-anak yang sekarat saat ini di Ukraina dan nyawa orang-orang yang akan mengungsi dan terbunuh karena perubahan iklim," katanya kepada Reuters.

Ya, Rusia adalah salah satu penyumbang emisi karbon dioksida terbesar di dunia. Pada tahun 2020 Rusia menyumbang 4,6% emisi di dunia, menurut data BP Statistics.

Jumlahnya sebesar 1,48 miliar ton karbon dioksida. Namun Rusia bukan satu-satunya negara yang bertanggung jawab.

Di atas, Rusia ada China dan Amerika Serikat (AS) yang jauh "mengotori" bumi. China menyumbang 30,7% dari total emisi yang dihasilkan oleh bumi Sedangkan AS bertanggungjawab terhadap 13,8% emisi di bumi.

Jika ditarik lebih lama sejak batu bara digunakan sebagai bahan bakar saat revolusi industri 1750, dunia telah mengeluarkan lebih dari 1,5 triliun ton emisi karbon dioksida (Co2), berdasarkan ourworldindata. Tahun tersebut diperkirakan jadi awal dari pemanasan global.

Co2Foto: ourworldindata.org
Co2

Sejak saat itu hingga 2017, AS dan Eropa adalah negara yang menghasilkan emisi terbesar dengan dosa ditanggung 54% dari total emisi di dunia. Masing-masing bertanggungjawab atas 25% dan 22% emisi bumi yang dihasilkan. 

Jika ditotal jumlahnya mencapai 752 miliar ton karbon dioksida. Terdiri dari 399 miliar ton dari AS dan 353 ton karbon dioksida berasal dari Uni Eropa.

Angka ini jauh lebih besar dibanding Rusia 101 miliar ton karbon dioksida. Bahkan Ukraina adalah penyumbang emisi terbesar di Benua Biru nomer tiga dengan total emisi yang dibuang sebesar 19 miliar ton karbon dioksida sejak tahun 1750.

Jumlah tersebut setara 3,7% dari total emisi yang berasal dari Eropa. Sehingga sebenarnya tak hanya Rusia yang menanggung, tapi Uni Eropa yang juga jadi pelaku emisi terbesar di dunia, bahkan termasuk Ukraina.

Warga dunia pun juga harus mulai dengan tindakan nyata menyelamatkan bumi. Terutama peran pemerintah lewat aturan yang permanen dan bukan bersifat politis seperti yang terjadi terkait perang Rusia-Ukraina.

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rusia Obral Minyak, Yakin RI Mau Beli?


(ras/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading