Simak! Sri Mulyani Beberkan Beratnya Kondisi Ekonomi Saat Ini

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
21 April 2022 10:55
Konferensi Pers: Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur BI (FMCBG) ke-2 (Tangkapan Layar Youtube))

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemulihan ekonomi yang masih rapuh akibat pandemi, ditambah adanya tensi geopolitik Rusia-Ukraina membuat dunia saat ini menghadapi situasi yang tidak mudah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, Indonesia sebagai Presidensi G20 mengungkapkan akan membahas lebih lanjut persoalan Rusia dan Ukraina yang kini juga menjadi tantangan berbagai negara di dunia dalam memulihkan ekonomi setelah dua tahun berjibaku melawan pandemi Covid-19.


"Saat ini situasi perekonomian tidak bisa dijalankan seperti biasa dan sangat dinamis, serta menantang," jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/4/2022).

Konferensi Pers: Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur BI (FMCBG) ke-2 (Tangkapan Layar Youtube))Foto: Konferensi Pers: Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur BI (FMCBG) ke-2 (Tangkapan Layar Youtube))
Konferensi Pers: Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur BI (FMCBG) ke-2 (Tangkapan Layar Youtube))

Pasalnya saat dunia masih dihadapkan dengan penularan infeksi virus corona atau Covid-19. Ditambah adanya perang Rusia-Ukraina yang berimbas terhadap melambungnya harga komoditas energi, pangan, dan pupuk.

Pada pertemuan berikutnya di bulan April 2022, kata Sri Mulyani pembahasan krisis yang diterpa pandemi dan perang ini akan dilanjutkan untuk dibahas.

"Sehingga dalam situasi yang sangat dinamis ini, Indonesia yang sedang menjabat sebagai Presidensi G20 harus terus berkomunikasi dan berkonsultasi secara intensif dengan seluruh anggota G20," tuturnya.

"Kami memastikan bahwa pertemuan di April mendatang akan dilanjutkan, karena ini adalah masalah yang sangat penting," tuturnya lagi.

Pandemi dan perang telah memberikan dampak yang buruk terhadap perekonomian global. "Bukan hanya datang dari perang dan pandemi yang belum berakhir. Tapi sekarang juga dengan tingginya tingkat inflasi - naiknya harga energi dan pangan. Ini adalah tantangan bagi semua pembuat kebijakan," jelas Sri Mulyani.

Dalam agenda pertemuan G20 selanjutnya, kata Sri Mulyani akan membahas mengenai pemulihan ekonomi, exit strategy, arsitektur keuangan internasional, isu kesehatan. Serta isu perpajakan global yang sangat penting yang telah disepakati bersama, juga ekonomi dan keuangan yang berkelanjutan.

"Ini semua merupakan prioritas agenda yang sangat penting bagi kepresidenan Indonesia, didukung penuh oleh semua anggota. Tapi pada saat yang sama, anggota juga meminta agar situasi geopolitik saat ini, terutama terkait dengan perang di Ukraina, juga harus diperhatikan," pungkas Sri Mulyani.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sri Mulyani: Ekonomi RI Cepat Pulih Dibanding Krismon 98!


(cap/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading