Internasional

Sri Lanka Makin Ngeri: Kerusuhan Pecah, 1 Orang Tewas

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
20 April 2022 13:50
Warga Sri Lanka meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah saat memblokir pintu masuk ke kantor presiden selama protes di Kolombo, Sri Lanka, Senin (11/4/2022). Ribuan warga Sri Lanka memprotes menyerukan agar presiden negara itu mengundurkan diri di tengah krisis ekonomi terburuk dalam sejarah. (AP Photo/Eranga Jayawardena)

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis Sri Lanka makin menjadi-jadi. Badai ekonomi yang berujung pada demonstrasi politik itu berujung rusuh, Rabu (20/4/2021).

Setidaknya satu orang tewas dan lebih dari selusin terluka. Ini setelah pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di pusat kota Rambukkana.


"Lima belas orang yang terluka dalam insiden itu dibawa ke rumah sakit dan tiga dalam kondisi kritis karena mengalami luka yang cukup parah di daerah perut mereka," kata seorang dokter di Rumah Sakit Kegalle yang dikelola pemerintah kepada Reuters.

"Satu orang meninggal setelah dirawat," kata dokter yang menolak disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media.

Ini menjadi insiden kematian pertama sejak demonstrasi dimulai saat Sri Lanka dilanda krisis beberapa pekan lalu. Negara ini menghadapi krisis akibat berkurangnya devisa negara karena Covid-19 yang memukul pariwisata, ketergantungan impor dan utang yang menggunung.

Salah satu utang Sri Lanka yang tak bisa dibayar adalah ke China melalui lewat skema Belt and Road Initiative (BRI). Mengutip Times of India, total utang Sri Lanka ke China saat ini mencapai US$ 8 miliar, sekitar seperenam dari total utang luar negerinya.

Kini Sri Lanka mendesak Dana Moneter Internasional (IMF) untuk memberikan bantuan keuangan secara cepat seiring dengan hantaman krisis terburuk sejak 1948 yang ditandai dengan gagal bayar utang tersebut. Adapun, Sri Lanka mencari sekitar US$3 miliar dalam beberapa bulan mendatang dari berbagai sumber termasuk IMF, Bank Dunia, dan India untuk mencegah krisis makin meluas.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Geger Ekonomi Sri Lanka Ambruk, Ini yang Terjadi


(tfa/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading