Internasional

Edan! Eropa Sudah Sita Rp 468 T Aset Crazy Rich Rusia

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
08 April 2022 20:52
European Union flags flutter outside the EU Commission headquarters in Brussels, Belgium, in this file picture taken October 28, 2015. REUTERS/Francois Lenoir/Files

Jakarta, CNBC Indonesia - Uni Eropa (UE) mengumumkan bahwa sejauh ini pihaknya telah menyita aset senilai 30 miliar euro atau sekitar Rp 468 triliun milik para miliarder Rusia yang dekat dengan Presiden Vladimir Putin. Hal ini merupakan rangkaian sanksi yang dijatuhkan UE pascaserangan Moskow ke Ukraina.

Dalam sebuah pernyataan, badan eksekutif UE mengatakan aset yang disita pun beragam mulai dari rekening bank, kapal, helikopter, real estat dan karya seni.


"Aset, dengan total 29,5 miliar euro sejak dimulainya perang di Ukraina, telah disita. Selain itu, sekitar 196 miliar euro transaksi telah diblokir," ujar lembaga multilateral itu dikutip Reuters, Jumat (8/4/2022).

Sejauh ini pihak UE mengatakan masih melakukan pelacakan dan penghitungan jumlah aset para orang kaya Rusia ini. Pasalnya, mereka belum memiliki catatan aset para miliarder Rusia itu sebelumnya. Juga diketahui para miliarder itu melakukan berbagai trik agar asetnya tidak terlacak.

"Orang kaya dapat menggunakan frontman atau perusahaan cangkang anonim dan perwalian untuk menyembunyikan aset mereka, yang membuatnya sangat sulit untuk mengidentifikasi mereka,"

Sejak invasi ke Ukraina, UE telah memberikan sanksi kepada hampir 700 orang yang terkait dengan Kremlin, termasuk banyak oligarki dan pengusaha super kaya. Rencananya, 200 orang lainnya akan ditambahkan ke daftar.

Terbaru, tak hanya pengusaha kaya, Eropa bersama negara Barat lainnya sedang berencana untuk menjatuhkan sanksi terhadap dua putri Putin. Mereka menilai Putin masih memiliki kesempatan untuk mengalihkan asetnya terhadap dua putrinya itu,

Rusia memulai aksi militernya di Ukraina pada 24 Februari lalu. Putin mengatakan serangan yang ia sebut "operasi militer" ini dilakukan untuk melakukan demiliterisasi serta demi menggembosi kekuatan kelompok ultra kanan negara itu yang dianggapnya mirip dengan Nazi.

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gegara Kisruh Gas, Uni Eropa Sebut Rusia Tukang Peras


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading