Awas! Ada 'Ledakan' Mudik, Jumlah Pesawat RI Terjun Bebas

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
08 April 2022 14:10
Antrean calon penumpang pesawat yang melakukan test rapid  di Shelter Kalayang Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (21/12/2020). Antren panjang ini terjadi karena banyak penumpang yang ingin melakukan rapid test antigen yang disediakan pihak bandara. Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta sempat ramai tadi pagi. Antrean mengular karena antrean rapid test penumpang. Pantauan CNBC pukul 11.30 terlihat antrian namun sudah kondusif. Sejumlah calon penumpang yang menunggu di luar area ruang test bisa duduk. Jelang liburan Natal dan akhir tahun, pemerintah menerapkan syarat minimal berupa hasil tes rapid antigen bagi traveler yang mau bepergian naik kereta api, pesawat terbang hingga kendaraan pribadi. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah pesawat yang beroperasi jelang lebaran 2022 ini semakin menipis imbas pandemi, setidaknya berkurang hampir 50% dari kapasitas 2019, saat sebelum pandemi.

Persoalan kapasitas ini juga tengah disoroti pemerintah, melihat jumlah pemudik yang diperkirakan 'meledak' mencapai 85 juta orang, sebanyak 10% atau 8,5 - 9 juta orang yang akan menggunakan moda angkutan pesawat. Sebagai pembanding, pada 2019 sebelum pandemi, estimasi jumlah pemudik mencapai 23 juta orang. Mudik 2022 ini diperkirakan mudik paling sibuk, karena sudah 2 tahun banyak warga yang tertahan tak mudik.

Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Nur Isnin Istiantoro, mengatakan jumlah armada yang dikuasai maskapai menurun dari sebelum pandemi.


"Sebelum pandemi hampir 600-an (pesawat) sekarang sebagian dikembalikan artinya ada proses dari lessor dan sebagainya, yang dikuasai saat ini 335 pesawat, yang memang itu akan dioperasikan harus memenuhi persyaratan SOP dari safety," katanya dalam Media Briefing Angkutan Lebaran 2022, Jumat (8/5/2022).

Maskapai juga banyak menggunakan pesawat kembali pesawat yang lama tidak diterbangkan atau terparkir selama pandemi. Namun menurut Nur kelaikan pesawat sudah dicek oleh stakeholder terkait.

"Artinya kalaupun berhenti harus sesuai prosedur jangka panjang kalau mau dipakai lagi itu juga harus di cek, oleh inspektor kelaikan KPPU dan yang ada, mayoritas stand by di jawa sih memang pesawat itu," katanya.

"Pesawat pun diawasi oleh regulator dari pabrik karena concern safety begitu tinggi di udara," tambahnya.

Nur juga mengatakan sampai saat ini belum ada pengajuan penerbangan tambahan atau extra flight selama masa periode lebaran kali ini. Menurutnya kapasitas pesawat yang ada masih sesuai dengan permintaan.

"Belum ada yang melakukan permohonan kepada kami, tapi kami siap cepat kalau ada extra flight, kita jamin," katanya.

Sebelumnya, berkurangnya jumlah pesawat juga sudah menjadi perhatian Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dimana jumlahnya pada tahun ini relatif menurun dari tahun tahun sebelumnya, sehingga perlu dikompensasi dengan pengoperasian bandara yang lebih panjang.

"Bahkan disampaikan oleh pak Dirjen Udara itu 24 jam, sehingga pesawat itu rotasi-nya lebih banyak. Yang lain presiden juga minta detail terkait pengontrolan safety," kata Budi Karya, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (7/4/2022).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Potensi 'Ledakan' Mudik, Kursi Pesawat Terancam Kurang?


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading