Hak Jawab

Tanggapan Kementan Soal RI Masih Impor Pangan

News - Redaksi, CNBC Indonesia
05 April 2022 12:42
Kesibukan aktivitas pembeli dan pedagang di Pasar Tradisional Kranji, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 2/4. Jelang memasuki Ramadhan pada esok hari harga sayuran mengalami kenaikan. (Cnbc Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan hak jawab atas pemberitaan CNBC Indonesia yang berjudul 'Lapor Pak Jokowi? RI Masih Impor Pangan, Swasembada Kapan? diterbitkan pada 28 Maret 2022.

Berikut hak jawab yang disampaikan:


1. Pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin selalu berkomitmen untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) mengejawantahkan komitmen itu dengan menjalankan berbagai strategi untuk meningkatkan produksi pertanian nasional. Bukti nyata dari upaya tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan produksi padi tahun 2021 mencapai 55,27 juta ton gabah kering giling, meningkat 1,13% dibandingkan tahun 2020.

2. Pemerintah memahami Indonesia sebagai anggota Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) tidak bisa sepenuhnya menutup pintu impor. Pemerintah Indonesia pun berprinsip bahwa impor pangan mash bisa dilakukan untuk produk segar atau olahan yang belum bisa dipenuhi oleh dalam negeri. Kebijakan membuka pintu impor tersebut pun dibarengi dengan upaya terus meningkatkan daya saing produk lokal.

3. Sebagai contoh, Indonesia mash melakukan impor untuk beras jenis khusus yang diperuntukkan bagi horeka (hotel, restoran, kafe). Tapi Kementan melalui Badan Litbang Pertanian terus melakukan inovasi yang memungkinkan beras jenis tersebut bisa diproduksi di Indonesia, seperti varietas benih unggul (VBU) tarabas untuk beras tipe japonica atau VBU baroma untuk beras tipe basmati.

4. Posisi Indonesia sebagai anggota WTO memang berkonsekuensi pada kewajiban Indonesia untuk terlibat dalam perdagangan bebas. Meski di satu sisi Indonesia tidak bisa sepenuhnya menutup pintu impor, tapi Indonesia bisa memanfaatkan kebijakan WTO tersebut untuk membuka peluang pasar internasional bagi produk pangan Indonesia sehingga neraca perdagangan bisa surplus.

5. Berdasarkan data BPS, ekspor pertanian tapa sektor perikanan dan kehutanan pada tahun 2021 tercatat mencapai US$44 miliar. Sementara impor US$25 miliar. Neraca ekspor-impor sektor pertanian surplus sebesar US$19 miliar atau kurang lebih setara Rp269 triliun.

6. Salah satu komoditas pangan yang mengalami lonjakan nilai ekspor adalah beras. Pada tahun 2021, volume ekspor beras Indonesia mencapai 3,26 ribu ton, melonjak hampir 9 kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Sementara nilai ekspor mencapai US$ 2,61 juta atau meningkat 157,4%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RI Terancam Krisis Kedelai, DPR Cecar Anak Buah Mentan!


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading