Internasional

Dituduh Bantai Warga Bucha, Rusia Tantang Investigasi Khusus

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
04 April 2022 16:42
Kuburan masal di Bucha, Ukraina (AP/Vadim Ghirda)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Rusia meminta adanya investigasi khusus terkait tuduhan pembantaian warga sipil di Bucha, Ukraina, yang dilakukan militernya. Hal ini disampaikan langsung Kepala Komite Investigasi Rusia, Alexander Bastrykin, Senin (4/4/2022).

Bastrykin menyebut bahwa hal tersebut merupakan sebuah provokasi besar yang dilakukan oleh Ukraina. Ia menginginkan agar penyelidikan terkait bagaimana informasi palsu ini disebarkan hingga ke seluruh dunia.


"Penyelidikan dibuka atas dasar bahwa Ukraina telah menyebarkan informasi palsu yang disengaja tentang angkatan bersenjata Rusia di Bucha," ujarnya seperti dituliskan Reuters.

Hal serupa juga disuarakan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Namun, tidak seperti Rusia yang telah melontarkan hipotesis terkait insiden mengerikan itu, Guterres menekankan investigasi independen harus dilakukan di Bucha.

"Saya sangat terkejut dengan gambar warga sipil yang terbunuh di Bucha, Ukraina. Sangat penting bahwa penyelidikan independen mengarah pada akuntabilitas yang efektif," ujar Sekjen asal Portugal itu dalam akun Twitternya.

Insiden pembantaian warga di Bucha, Ukraina, terungkap saat sebuah video dan foto-foto menunjukan ratusan warga sipil tewas dengan tangan terikat. Dinas Keamanan Ukraina dan Walikota Bucha, Anatoliy Fedoruk, mengatakan warga itu telah ditembaki oleh pasukan Rusia.

Menanggapi tuduhan ini, Kremlin menolak tuduhan terkait pembantaian warga Bucha. Bahkan, Kremlin menuduh Ukraina dan media Barat merupakan dalang dibalik tuduhan ini dengan mengatakan bahwa kota itu sebelumnya dibombardir selama 24 jam terus menerus oleh pasukan Ukraina.

Sementara itu, kecaman dan tekanan dari dunia Barat masih terus mengalir ke Moskow pasca insiden ini. Bahkan, Jerman yang notabenenya sangat bergantung pada gas Rusia, saat ini sedang mempertimbangkan untuk melarang aliran energi dari Negeri Beruang Merah.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lebih dari 5 Juta Warga Ukraina Mengungsi, ke Mana Saja?


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading