Jokowi Bilang Bodoh, Prabowo Sempat Juga Soroti Impor Air

News - Redaksi, CNBC Indonesia
28 March 2022 13:51
Foto/Menteri Pertahanan Prabowo Subianto/Dok. Kemhan RI

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya meluapkan amarah di hadapan jajarannya terkait persoalan impor. Padahal beberapa produk tersebut harusnya bisa diproduksi di dalam negeri.

Jokowi bahkan sempat menyampaikan kata bodoh dan marah ketika hal itu disambut tepuk tangan oleh jajaran yang hadir pada acara Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia pada Jumat (25/3).

Kejengkelan Jokowi terungkap saat memberikan pengarahan kepada para gubernur, bupati, dan walikota tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia dalam tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (25/3/2022).

"Sedih saya, belinya barang-barang impor semuanya," kata Jokowi dengan raut wajah terheran-heran.

Jokowi mengaku heran dengan hal itu. Pasalnya, Jokowi menyebut pemerintah pusat memiliki anggaran untuk pengadaan barang dan jasa mencapai Rp 526 triliun, sementara pemerintah daerah mencapai Rp 535 triliun.

"Malah beli barang-barang impor, mau kita terus-teruskan, ndak. Ndak bisa. Kalau kita beli barang impor bayangkan kita beri pekerjaan ke negara lain, capital outflow, pekerjaan ada di sana, bukan disini. Coba kita belokkan semua ke sini. Barang yang dibeli dalam negeri, akan ada investasi, bisa membuka 2 juta lapangan pekerjaan. Kalau ini tidak dilakukan sekali lagi bodoh banget kita ini," tegasnya.

Jauh sebelum ini terjadi, Prabowo Subianto sempat menyoroti Indonesia yang impor air. Menurutnya aksi tersebut membuktikan Indonesia belum berhasil memenuhi pangan.

"Suatu negara dikatakan bisa berhasil kalau bisa memenuhi pangan untuk rakyatnya, energi untuk rakyatnya, dan air tanpa impor," ujar Prabowo saat debat calon Presiden.

Namun apakah benar bahwa Indonesia mengimpor air?

Berdasarkan rekaman data perdagangan luar negeri yang dikompilasi oleh UN Comtrade (sebuah lembaga PBB), memang benar Indonesia melakukan impor air setiap tahunnya, setidaknya sejak 1989. Sebagai catatan, UN Comtrade mencatat data perdagangan yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS)

Air yang dimaksud dalam data perdagangan tersebut adalah semua air yang masuk dalam golongan kode HS 2201.

Berdasarkan penjabaran yang dicantumkan di situs resmi Bea Cukai, defisini untuk barang dengan kode HS 2201 adalah 'Air, termasuk air mineral alam atau artifisial dan air soda, tidak mengandung tambahan gula atau bahan pemanis lainnya maupun pemberi rasa; es dan salju'.

Artinya memang benar jika Indonesia kerap melakukan impor air setiap tahunnya. Bahkan pada tahun 2017, jumlah impor air mencapai 3.168 ton (asumsi masa jenis air = 1kg/liter).

Perlu dicatat bahwa, dalam publikasi tersebut tidak dijelaskan mengenai bentuk kemasan air tersebut dikirim ke Indonesia.

Namun demikian, jumlah tersebut relatif kecil bila dibandingkan ekspor air yang juga telah berlangsung setiap tahun. Pada tahun 2017, volume ekspor air mencapai 95.029 ton. Artinya, volume ekspor air Indonesia hampir 30 kali lipat volume impornya. Jadi seharusnya nilai impor air tidak menimbulkan kecemasan.

Akan tetapi bila ditelusuri lebih lanjut, ternyata harga air yang diimpor jauh lebih mahal ketimbang harga air yang diekspor.

Untuk setiap 1 kg air yang diimpor, Indonesia harus merogoh kocek sebesar US$ 0,76. Sedangkan air yang di ekspor hanya dihargai US$ 0,2/kg.

Sebagai informasi, negara utama asal air impor yang masuk ke Indonesia adalah Prancis. Maka tak heran banyak beredar air minum dengan merk Evian yang harganya relatif lebih mahal di masyarakat.

Sedangkan tujuan utama ekspor air adalah Timor Leste, Filipina, dan Singapura.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jokowi Bilang Kita Bodoh, Ini Daftar Barang Impor RI


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading