Internasional

Prancis Teriak, Warning "Kiamat" Ini karena Rusia-Ukraina

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
25 March 2022 13:00
France's President Emmanuel Macron delivers a speech during a Citizens' Convention on Climate, in Paris, Monday, Dec. 14. (AP Photo/Thibault Camus, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan soal krisis pangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini akibat perang antara Rusia dan Ukraina.

Ia pun mendesak kepala negara G7 untuk berinvestasi guna meringankan krisis. "Menjadi keharusan bahwa (serangan) Rusia tidak menciptakan kelaparan," katanya dikutip CNBC International, Jumat (25/3/2022).


Perang, kata dia, terbukti membuat negara-negara kesulitan mendapatkan pasokan gandum dan sereal. Ukraina dan Rusia adalah produsen sereal terbesar di dunia.

Sebelumnya Macron bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di sela-sela pertemuan para pemimpin NATO, yang juga rapat G7. Keduanya membahas cara untuk terus meminta pertanggungjawaban Rusia serta cara tambahan untuk mendukung pemerintah Ukraina.

Sementara itu, "kiamat" pangan ini juga diutarakan sejumlah analis. Ukraina memproduksi gandum, jelai dan gandum hitam yang banyak diandalkan Eropa. Negara itu juga penghasil jagung yang besar.

"Ukraina dianggap sebagai keranjang roti Eropa dan serangan (Rusia) akan mengakibatkan rantai pasokan makanan mendapat pukulan keras," kata CEO dan pendiri di perusahaan Keelvar, Alan Holland, dikutip dari CNBC International.

"Meskipun musim panen masih beberapa bulan lagi, konflik berkepanjangan akan membuat kekurangan roti (dan meningkatkan harga konsumen) musim gugur ini," kata Holland.

Faktanya, bukan hanya Eropa yang akan terkena dampaknya. Banyak negara di Timur Tengah dan Afrika juga bergantung pada gandum dan jagung Ukraina.

Ini pun termasuk China. Gangguan pada pasokan tersebut dapat mempengaruhi ketahanan pangan di wilayah tersebut.

"China juga merupakan penerima besar jagung Ukraina. Bahkan, Ukraina menggantikan AS sebagai pemasok jagung utama China pada tahun 2021," kata Presiden Sourcing Grup Industry, Dawn Tiura.

Sementara itu, bukan rahasia Rusia adalah pengekspor gas alam utama dunia. Setiap gangguan pada pasokan gas alam pada gilirannya akan mempengaruhi produksi produk padat energi seperti pupuk, yang juga mempengaruhi produksi makanan.

Pupuk sudah kekurangan pasokan tahun lalu, karena minimnya sumber energi. Ini juga menyebabkan melonjaknya harga.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Macron "Slepet" Warga Anti Vaksin, ke Laut Aje?


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading