Internasional

Rusia Blak-blakan Bakal Gunakan Senjata Nuklir Jika..

News - sef, CNBC Indonesia
23 March 2022 15:10
FILE - In this frame grab provided by Russian Defense Ministry press service, a long-range Kalibr cruise missile is launched by a Russian Navy ship in the eastern Mediterranean, Friday, Aug. 19, 2016. The Russian invasion of Ukraine is the largest conflict that Europe has seen since World War II, with Russia conducting a multi-pronged offensive across the country. The Russian military has pummeled wide areas in Ukraine with air strikes and has conducted massive rocket and artillery bombardment resulting in massive casualties. (Russian Defense Ministry Press Service photo via AP, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia blak-blakan soal senjata nuklir. Negara itu mengaku, bisa saja, senjata mematikan itu digunakan.

Pernyataan disampaikan langsung Juru Bicara Kremlin Dmitri Psekov, kepada CNN International, Rabu (23/3/2022). Ini jika keberadaan Rusia terancam.


"Kami memiliki konser dari keamanan nasional dan publik. Kalian bisa membaca semua alasan untuk senjata nuklir bisa digunakan," tegasnya dalam wawancara itu saat ditanya apakah ada kemungkinan Presiden Vladimir Putin mengerahkan nuklir.

"Jadi, jika ancaman itu esensial bagi negara kami, maka (rudal nuklir) bisa digunakan sesuai dengan konsep kami."

Kekhawatiran akan penggunaan senjata nuklir merebak seiring masih meningkatnya serangan Rusia ke Ukraina. Rusia menyerang tetangganya itu sejak 24 Februari dan memaksa 3,5 juta warga mengungsi.

Produk 202 Foto: Produk 202 "Tsar Bomba". SCREENSHOT SPUTNIK
Produk 202 "Tsar Bomba". SCREENSHOT SPUTNIK

Putin sendiri bulan lalu telah memerintahkan pasukan nuklir Rusia bersiaga tinggi. Mengutip Interfax, Kementerian Pertahanan Rusia sejak 28 Februari, sudah meminta pasukan rudal nuklir serta Armada Utara-Pasifik bersiaga penuh.

Sebelumnya Rusia menyerang Ukraina dengan alasan keamanan negara. Keinginan Ukraina bergabung dengan NATO membuat Rusia gusar dengan berdirinya pangkalan pakta pertahanan pimpinan Amerika Serikat (AS) itu.

NATO sendiri dijadwalkan mengadakan pertemuan darurat Kamis. Presiden AS Joe Biden turut hadir.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

China Terus Bernafsu Perkuat Senjata Nuklirnya, Ada Apa?


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading