Internasional

Australia Tambah Sanksi untuk Rusia, Ada Bank dan Crazy Rich

News - Lucky Leonard Leatemia, CNBC Indonesia
18 March 2022 11:45
Australia Ikuti Barat, Beri Sanksi ke Oligarki Rusia (CNBC Indonesia TV)

Jakarta CNBC Indonesia - Sanksi untuk para pebisnis Rusia terus berlanjut. Kali ini giliran Australia yang mengumumkan sanksi baru terhadap 11 bank dan entitas pemerintah Rusia pada Jumat (18/3/2022) sebagai buntut serangan negara itu ke Ukraina.

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan Australia akan terus bekerja sama dengan pada mitranya untuk mengoordinasikan sanksi dan membatasi dana untuk perang yang digaungkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Daftar hari ini termasuk Dana Kekayaan Nasional Rusia (Russian National Wealth Fund) dan Kementerian Keuangan Rusia," tuturnya seperti dikutip CNN International.


Dia melanjutkan dengan masuknya Bank Sentral Rusia dalam daftar sanksi baru-baru ini, Australia kini menargetkan semua entitas Pemerintah Rusia yang bertanggung jawab untuk menerbitkan dan mengelola utang negara rusia.

"Mayoritas aset perbankan Rusia bersama semua entitas yang menangani utang negaranya sekarang berada di bawah sanksi kami," ujarnya.

Selain itu, Australia juga menjatuhkan sanksi kepada dua orang crazy rich Rusia yang terkait dengan industri pertambangan di Negeri Kangguru.

"Australia kini telah menambahkan dua miliarder yang memiliki hubungan dengan kepentingan bisnis di Australia, Oleg Deripaska dan Viktor Vekselberg," kata Payne seperti diwartakan Reuters.

Keduanya adalah pimpinan perusahaan aluminium Rusal yang memiliki 20% kepemilikan di Queensland Alumina dan terkait dengan proyek bersama Rio Tinto di Gladstone.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Belum Puas! Inggris Beri Sanksi Tambahan untuk Rusia


(luc/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading