Terungkap, Ini Cara China Membekingi Rusia

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
13 March 2022 09:40
Anggota delegasi, yang dipimpin oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping, menghadiri pertemuan di Beijing, China (4/2/2022) (via REUTERS/SPUTNIK)

Jakarta, CNBC Indonesia - China ikut turun tangan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan krisis Ukraina harus diselesaikan melalui dialog dan negosiasi dengan Rusia. Dia meminta Amerika Serikat, NATO, dan Uni Eropa untuk terlibat dalam musyawarah tersebut.

Diketahui, China memiliki hubungan yang erat dengan Rusia. Meski begitu, perang yang terjadi di Ukraina membuat China berada dalam posisi yang kompleks. Negara Tirai Bambu itu perlu menyeimbangkan kemitraan strategis yang erat dengan Moskow melalui kebijakan yang tampaknya kontradiktif untuk mendukung kedaulatan negara. China juga tidak terburu-buru membantu Rusia setelah ekonominya dikecam oleh sanksi dari seluruh dunia.

Para ahli ekonomi menyebut bahwa sikap China terhadap Rusia sangat terbatas. Analis juga mengatakan bank dan perusahaan China takut akan sanksi sekunder jika mereka berurusan dengan rekan-rekan Rusia.


Sementara itu Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menekankan seruan bahwa Moskow akan membayar harga tinggi untuk perang yang direncanakan, tidak beralasan, dan tidak dapat dibenarkan di Ukraina.

Adapun Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengungkapkan "dunia sedang menonton untuk melihat negara mana yang membela prinsip-prinsip dasar kebebasan, penentuan nasib sendiri, dan kedaulatan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Presiden China & Rusia Bertemu Siap Bangun Aliansi


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading