Internasional

Gak Main-main, 4 'Senjata' Rusia untuk Skakmat AS & Eropa

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
11 March 2022 08:00
Perang Rusia-Ukraina Dimulai  (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara sekutu Eropa membuat Rusia mengambil langkah balas dendam. Hukuman diberikan akibat serangannya kepada Ukraina.

Sanksi-sanksi itu mulai dari pembekuan aset pribadi hingga bank termasuk larangan impor minyak. Lalu, apa "senjata" Vladimir Putin membalasnya:


1. Melarang Maskapai dari 36 Negara

Sejak akhir Februari, Rusia melarang maskapai penerbangan dari 36 negara termasuk Inggris, Jerman, Spanyol, Italia, dan Kanada menggunakan wilayah udara Rusia. Mengutip Reuters, larangan terbang itu sebagai tindakan pembalasan setelah menerapkan sanksi yang menargetkan sektor penerbangannya.

2. Rencana Kurangi Impor Gas ke Eropa

Rusia memberikan ultimatum akan memotong suplai gas ke Eropa sebagai tanggapan sanksi yang dijatuhkan terkait serangan negara itu ke Ukraina. Dalam sebuah pernyataan, Deputi Perdana Menteri (PM) Rusia, Alexander Novak, mengatakan rencana pemotongan sendiri akan dilakukan pada pipa gas Nord Stream 1, yang membentang di wilayah Laut Baltik.

"Kami memiliki hak untuk mengambil keputusan yang cocok dan memberlakukan embargo pada pemompaan gas melalui pipa gas Nord Stream 1," ujar Novak pada sesi pers Senin (8/3/2022), sebagaimana dilaporkan Reuters.

Meski begitu, pihaknya menegaskan belum akan mengambil langkah-langkah penghentian suplai. Nord Stream sendiri merupakan jaringan pipa gas bawah laut yang membentang dari Rusia ke Jerman, yang terdiri atas Nord Stream 1 dan 2.

Sebelumnya, Nord Stream 2 juga sudah disanksi. Namun pipa gas itu memang belum diaktifkan. Sementara itu, ancaman pemotongan energi ini membuat beberapa negara Eropa khawatir, salah satunya Jerman dan Hungaria.

Sebagaimana diketahui Eropa sangat bergantung pada Rusia untuk minyak mentah dan gas alam. Rusia memasok sekitar sepertiga gas Eropa.

3. Melarang Ekspor Impor Bahan Tertentu dari Rusia

Sejak Rabu (9/3/2022), Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan dekrit ekonomi khusus. Ini untuk membatasi atau melarang impor dan ekspor produk serta bahan mentah tertentu dari Rusia pada tahun 2022. Dekrit juga bertujuan untuk memastikan keamanan Rusia.

Namun, daftar produk yang akan dibatasi dan/atau dilarang belum ditentukan oleh pemerintah Kremlin, menurut laporan media pemerintah RIA yang dikutip CNN International. Pemerintah sendiri akan mengumumkan detailnya dalam dua hari.

4. Melegalkan Pencurian Paten dari Negara-negara yang Berikan Sanksi

Pemerintah Rusia secara resmi akan melegalkan pencurian paten dari negara-negara yang menjatuhkan sanksi terhadapnya terkait serangan ke Ukraina. Hal ini diterangkan dalam sebuah putusan resmi yang akan dikeluarkan pemerintahan Presiden Vladimir Putin.

Mengutip Washington Post, keputusan itu disebut akan diluncurkan minggu ini. Pejabat Rusia juga telah mengangkat kemungkinan untuk mencabut pembatasan pada beberapa merek dagang barat yang beroperasi di negara itu untuk kepentingan ekonomi dalam negeri.

Kementerian Pembangunan Ekonomi Rusia menegaskan bahwa paten ini dapat dicabut bagi barang-barang yang memang dibatasi impornya selama sanksi dijatuhkan. Ini untuk melindungi kepentingan produksi di negara itu.

"Langkah-langkah itu akan mengurangi dampak pada pasar pemutusan rantai pasokan, serta kekurangan barang dan jasa yang muncul karena sanksi baru dari negara-negara barat," ujar kementerian itu dikutip media Rusia, TASS.

Seperti diketahui, Rusia sendiri masih mengandalkan impor produk luar negeri di beberapa lini. Di sektor energi misalnya, Negeri Beruang Merah itu diketahui masih mengimpor banyak peralatan instalasi kilangnya. Alat itu paling banyak diimpor dari AS dan Eropa, yang saat ini terus menghujani Moskow dengan sanksi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Belum Puas! Inggris Beri Sanksi Tambahan untuk Rusia


(tfa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading