Gini Cara Kang Emil Pangkas Gap Perkotaan dan Pedesaan

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
09 March 2022 19:20
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Jakarta, CNBC Indonesia - Revolusi digital dinilai dapat mengurangi ketimpangan antara pedesaan dengan perkotaan. Ketimpangan itu salah satunya adalah tingkat kesejahteraan karena pendapatan di perkotaan jauh lebih besar dibandingkan di desa. 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan dengan revolusi digital, ketimpangan antara pedesaan dan perkotaan dapat dikurangi. 

"Sehingga suatu hari mau tinggal di kota dan desa, kesejahteraannya sama. Syaratnya kuasai teknologi digital. Maka di mana pun tinggal, bisa mendapatkan kesejahteraan seperti di kota, Jakarta, Surabaya, atau Bandung. Mudah-mudahan mimpi ini bisa terwujud," jelas dia dalam Evening Up CNBC Indonesia Rabu (9/3/2022). 


Dengan adanya teknologi digital, lanjut dia, masyarakat di pedesaan dapat menawarkan produk yang dijualnya tidak hanya di desa. Meski demikian, menurut Kang Emil, teknologi digital tidak hanya dijadikan sebagai media untuk berjualan dan komunikasi, melainkan bisa juga digunakan sebagai alat produksi. 

"Kasih makan ikan lele pakai HP, nyiram tanaman pakai HP, nyari ikan pakai fish finder. Itu adalah contoh digital-digital di desa yg digunakan sebagai alat produksi," tukasnya

Adapun dia menjelaskan Provinsi Jawa Barat telah menerapkan program digitalisasi pedesaan. Salah satunya melalui program inisiatif desa digital. 

"Dulu orang tinggal di desa merasa income-nya sedikit dari kota. Dulu tinggal di desa merasa gaya hidupnya tidak banyak variasi. Sekarang dengan disrupsi digital, dengan 5.300 desa dipasang infrastruktur digital, tiba-tiba oleh pandemi Covid-19 menyadarkan kita bahwa tidak semua idealisme hidup disediakan di kota," jelas mantan Wali Kota Bandung periode 2013-2018 itu

Melalui program tersebut, pelaku bisnis di desa bisa menawarkan produk yang dijualnya ke berbagai daerah, hingga mancanegara.

"Ada merek sabun di desa. Sebelum ada desa digital dia hanya jualandoor to doordi desa, itu omzetnya di bawah Rp 10 juta per bulan. Sekarang sabun itu sudah (omzetnya) hampir Rp 500 juta sebulan karena dia jualanonline, menggunakan teknologie-commerceyang ada di desa, yang kami pasang di balai-balai desa," tutur Kang Emil.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jabar Juara PON, Kang Emil: Bukan Jago Kandang


(bul/bul)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading