Priok Makin Sekarat, Pelabuhan Patimban Jadi 'Obat' Mujarab!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
08 March 2022 17:25
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjauan unit-unit mobil siap untuk diekspor di Kawasan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Selasa (8/3/2022). (Foto: Agus Suparto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah membangun infrastruktur utama Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Namun infrastruktur pendukungnya juga akan disiapkan untuk menunjang kegiatan ekspor - impor. Sehingga mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah padat, yang terus dihantui masalah kemacetan kendaraan yang sudah kronis.

Salah satunya yang berada di kawasan backup area atau wilayah yang akan digunakan untuk sarana penunjang kegiatan di pelabuhan Patimban. Pelabuhan ini dirancang agar tak mengulang persoalan kemacetan seperti di Pelabuhan Tanjung Priok.

Direktur Utama PT Pelabuhan Patimban Indonesia (PPI) Fuad Rizal menjelaskan back up area yang akan dibangun pada kawasan Patimban sudah disiapkan seluas 300 an hektare, yang sudah dibebaskan oleh pemerintah.


"Jadi sudah ada 300 hektare yang sudah dibebaskan untuk backup area, di situ akan dibentuk Depo penunjang petikemas, terminal kontainer untuk lini dua nanti. Begitu juga dengan warehouse, forwarder. Udah dibebaskan tapi nanti plan-nya masih di Kementerian Perhubungan," kata Fuad kepada CNBC Indonesia di Subang, Selasa (8/3/2022).

Pelabuhan Patimban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berdiri di area seluas 369 hektare, dengan backup area mencapai 356 hektare. Adapun dibangun dengan nilai investasi total mencapai Rp 43 triliun.

Fuad menjelaskan Patimban berdiri untuk menunjang kegiatan logistik nasional maupun internasional. Terlebih jika aktivitas perdagangan di dalam negeri makin meningkat. Jadi beban terbesar tidak hanya ditanggung oleh pelabuhan Tanjung Priok.

"Patimban ada karena di sana (Priok) sudah cukup padat. Pemerintah bangun ini untuk memecah traffic, jadi arus barang ada yang ke sini juga. Ke depan saat perdagangan growth bisa menopang," katanya.

Saat ini juga sudah banyak keluhan dari pengusaha angkutan logistik terhadap pelabuhan Tanjung Priok yang cenderung macet, karena beban yang tinggi. Bahkan ada anggapan kemacetan di Tanjung Priok ini tidak akan terselesaikan sampai kapan pun.

"Soal kemacetan ini sudah berkali-kali kami sampaikan, sudah 5 tahun. Kemacetan ini selalu jadi masalah. Kalau sudah dibangun infrastruktur tapi masih macet, berarti ada yang salah. Kami berharap perbaikan segera," kata Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan kepada CNBC Indonesia, Kamis (20/1/2022).

Menurut dia sedari awal tata ruang pelabuhan Tanjung Priok sudah salah. Dimana keberadaan depo kontainer yang berjauhan dengan lokasi pelabuhan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sah! Kemenhub Serahkan Aset Pelabuhan Patimban ke PT PPI


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading