Internasional

Dulu Musuh Sekarang Butuh! AS Mau Beli Minyak Iran-Venezuela

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
08 March 2022 16:10
Minyak Bumi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana untuk melakukan pembelian minyak dari Iran dan Venezuela. Hal ini untuk memastikan keamanan energi negara itu seiring dengan rencana Washington melarang penjualan hasil migas Rusia akibat serangan di Ukraina.

Mengutip Channel News Asia, kedua negara itu sendiri saat ini masih dalam sanksi yang diterapkan oleh Washington. AS menuduh pemerintah Venezuela dijalankan secara tidak demokratis. Dengan Teheran, Negeri Paman Sam juga menjatuhkan sanksi yang cukup keras terkait nuklir.


Sebuah laporan menyebut delegasi yang dikirim oleh AS dilaporkan tiba di ibu kota Venezuela, Caracas, pada akhir pekan lalu. Gedung Putih mengatakan bahwa delegasi itu bertemu dengan Presiden Nicolas Maduro.

"Terkait dengan Venezuela, tujuan perjalanan yang dilakukan oleh pejabat pemerintah adalah untuk membahas berbagai masalah termasuk tentu saja energi, keamanan energi," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan, Senin (7/3/2022).

Hal serupa juga dikonfirmasi Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Mereka dikabarkan mengunjungi langsung kantor kepresidenan dan berdiskusi selama 2 jam.

"Pertemuan itu penuh suasana hormat, ramah dan diplomatis. Tampaknya sangat penting bagi saya untuk dapat bertatap muka dan membahas topik yang paling menarik bagi Venezuela," katanya.

Sementara itu, dengan Iran, AS dilaporkan telah membuka komunikasi terkait pembelian minyak ini dalam forum pembicaraan nuklir. Namun, wakil Teheran mengatakan kesepakatan ini mendapatkan hambatan dari Rusia, yang juga merupakan pihak yang ikut dalam pembicaraan ini.

"Intervensi Rusia ditujukan untuk mengamankan kepentingannya sendiri," kata media tersebut mengutip pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya, sebagaimana dikutip oleh Reuters.

Sejauh ini, AS bersama sekutunya di Eropa sedang mendiskusikan mengenai kemungkinan penghentian suplai migas dari Rusia pascaserangan Moskow ke Ukraina. Meski begitu, rencana ini masih mendapatkan perlawanan keras dari sejumlah negara yang bergantung pada pasokan migas Rusia seperti Jerman dan Hungaria.

Kedua negara tersebut khawatir akan terjadinya krisis energi di wilayahnya pascasanksi ini. Ketegangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina telah melambungkan harga komoditas global, termasuk minyak dan gas.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Militer China-Rusia-Iran Bakal Bersatu, Siaga Perang Dunia 3?


(tps/luc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading