Internasional

Ditembak 8 Roket Rusia, Bandara Vynnytsia Ukraina Hancur

News - sef, CNBC Indonesia
07 March 2022 11:00
A woman uses a mobile phone while standing amidst the debris of a school building destroyed by shelling, as Russia's invasion of Ukraine continues, in Zhytomyr, Ukraine March 4, 2022. REUTERS/Viacheslav Ratynskyi

Jakarta, CNBC Indonesia - Bandara Vynnytsia di Ukraina dikabarkan hancur. Rusia disebut membombardirnya dengan delapan roket.

"Saya telah diinformasikan tentang serangan roket ke Vynnytsia, 8 roket," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam sebuah video dikutip dari Associated Press (AP) Minggu (6/3/2022) malam maktu setempat.


"Serangan roket itu kejam dan sinis. Bandara telah dihancurkan sepenuhnya," tambahnya.

Belum diketahui apakah ada korban jiwa atar tidak dalam serangan itu. Sebelumnya, Rusia juga telah menguasai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di tetangganya itu.

Di kesempatan yang sama, ia juga kembali mendesak Barat untuk menerapkan zona larangan terbang di atas Ukraina. Ini untuk membendung serangan udara Rusia.

"Kamı mengulanginya lagi setiap hari. Tutup langit di atas Ukraina. Tutup dari seluruh roket Rusia, semua afilisi militer," ujarnya.

Sebelumnya peringatan telah dikatakan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Barat. Ia meminta mereka tak menerapkan zona larangan terbang di Ukraina.

Menurut Putin akan ada konsekuensi, tak hanya bagi Eropa tapi dunia. Negara-negara itu akan dianggap Rusia masuk ke dalam konflik militer.

"Kami akan segera menganggap mereka sebagai peserta dalam konflik militer,dan tidak peduli anggota organisasi mana mereka," kata Putin.

"Tidak mungkin melakukannya, di wilayah Ukraina, itu hanya mungkin dari wilayah beberapa negara tetangga. Tetapi setiap gerakan ke arah ini akan kami anggap sebagai partisipasi dalam konflik bersenjata," tambahnya.

Rusia menyerang Ukraina sejak 24 Februari 2022. Rusia mengakui dua wilayah pemberontak di negara itu, meminta Ukraina tak masuk NATO, dan menginginkan negara itu mengakui Krimea dibawah otoritas Kremlin.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Menguak Misteri Komandan Tertinggi Rusia, Siapa Dia?


(sef/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading