Internasional

Kisah Pilu Perang Rusia-Ukraina: Keluarga Tewas di Depan Mata

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
07 March 2022 11:10
Tanya, 38, cries with her son Bogdan, 10, before getting a train to Lviv at the Kyiv station, Ukraine, Thursday, March 3, 2022. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Jakarta, CNBC Indonesia - Korban tewas warga sipil meningkat di Ukraina setelah ledakan menghantam titik penyeberangan evakuasi di pinggiran kota Kyiv. Ini terjadi saat lebih banyak orang mencoba melarikan diri dari serangan Rusia.

Dua mortir atau peluru artileri menghantam pos pemeriksaan di pinggiran kota Irpin, barat laut Kyiv. Walikota Irpin Oleksandr Markushyn mengatakan delapan warga sipil telah tewas di seluruh distrik. Video media sosial menunjukkan kehancuran yang mengerikan.


Sebuah video mengerikan menunjukkan warga sipil yang melarikan diri tewas dalam serangan militer Rusia. Kejadian itu terjadi di kota tersebut, Minggu (6/3/2022).

Masih di kota di pinggiran barat ibukota Ukraina Kyiv yang sama, serangan militer Rusia juga menewaskan sebuah keluarga.

"Sebuah keluarga meninggal," kata Markushyn dalam sebuah pernyataan. "Di depan mataku, dua anak kecil dan dua orang dewasa meninggal."

Irpin memang telah menjadi lokasi penembakan intensif oleh militer Rusia dalam beberapa hari terakhir. Video tersebut menunjukkan seorang tentara Ukraina berdiri di luar sebuah gedung di sebuah jalan. Tiba-tiba, sebuah ledakan terlihat dan terdengar di video.

Puing-puing terdengar menghujani gedung dan jalanan tertutup oleh awan debu. Sejumlah wartawan terdengar bereaksi terhadap situasi tersebut.

Saat adegan mulai jelas, seseorang terlihat menarik tentara Ukraina itu pergi. Prajurit lain berlari ke seberang jalan dan tampak memeriksa kondisi sejumlah orang di lapangan.

"Medis! Medis!" teriakan seseorang terdengar berulang kali saat kejadian tersebut.

Foto-foto yang diambil oleh media Associated Press menunjukkan mayat beberapa warga sipil ditutupi selimut. Menurut laporan CNN, Markushyn mengatakan setidaknya delapan orang tewas dalam serangan militer pada Minggu tersebut.

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa lebih dari 360 warga sipil telah tewas di Ukraina sejak invasi Rusia dimulai, dan mengakui angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi. PBB juga melaporkan lebih dari 1,5 juta pengungsi telah meninggalkan Ukraina sejak 24 Februari.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Presiden Zelensky: Saatnya Ukraina Negosiasi dengan Rusia


(tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading