Kenapa Nagasaki-Hiroshima Bisa Dihuni, Tapi Chernobyl Tidak?

News - Thea Arbar, CNBC Indonesia
05 March 2022 20:30
A shelter construction covers the exploded reactor at the Chernobyl nuclear plant, in Chernobyl,Ukraine, Tuesday, April 27, 2021. The Ukrainian authorities decided to use the deserted exclusion zone around the Chernobyl power plant to build a repository where Ukraine could store its nuclear waste for the next 100 years. (AP Photo/Efrem Lukatsky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekitar 77 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, penerbang Amerika Serikat (AS) menjatuhkan bom nuklir Little Boy dan Fat Man ke kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang.

Puluhan tahun kemudian, pada tanggal 26 April 1986, reaktor nomor empat di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl di Ukraina meledak.

Saat ini, lebih dari 1,6 juta orang tinggal di Hiroshima dan Nagasaki, namun zona eksklusi Chernobyl, area seluas 30 kilometer persegi di sekitar pabrik, relatif tidak berpenghuni.


Ada alasan mengapa Nagasaki-Hiroshima dapat dihuni, tetapi tidak dengan Chernobyl, meski wilayah-wilayah tersebut terpapar radiasi nuklir.

Melansir Gizmodo, kebanyakan ahli setuju bahwa daerah di zona eksklusi Chernobyl 30 kilometer sangat terkontaminasi dengan isotop radioaktif seperti cesium-137, strontium-90 dan yodium-131. Oleh karena itu, kawasan tidak aman untuk tempat tinggal manusia.

Sementara baik Nagasaki maupun Hiroshima tidak mengalami kondisi ini. Perbedaan ini disebabkan oleh tiga faktor, yakni reaktor Chernobyl memiliki lebih banyak bahan bakar nuklir; jumlah radiasi tersebut jauh lebih efisien digunakan dalam reaksi; dan seluruh kekacauan meledak di permukaan tanah.

Diketahui bom nuklir Little Boy memiliki sekitar 140 pon uranium, dan Fat Man mengandung sekitar 14 pon plutonium dan reaktor nomor empat memiliki sekitar 180 ton bahan bakar nuklir.

Hanya sekitar dua pon uranium Little Boy yang benar-benar bereaksi. Demikian juga hanya sekitar dua pon plutonium Fat Man yang mengalami fisi nuklir. Namun, di Chernobyl, setidaknya tujuh ton bahan bakar nuklir terlepas ke atmosfer.

Selain itu, karena bahan bakar nuklir meleleh, radioisotop yang mudah menguap dilepaskan termasuk 100% xenon dan kripton, 50% yodium radioaktifnya, dan antara 20-40% cesiumnya.

Berbicara soal lokasi, bom nuklir Fat Man dan Little Boy diledakkan di udara, ratusan kaki di atas permukaan bumi. Akibatnya, puing-puing radioaktif terangkat dan disebarkan oleh awan daripada menetap ke dalam bumi.

Sebaliknya, ketika reaktor nomor empat meleleh di permukaan tanah, tanah mengalami aktivasi neutron, di mana neutron yang sudah aktif dalam bahan bakar yang terbakar bereaksi dengan tanah sehingga menjadi radioaktif.

Inilah alasan mengapa Chernobyl tidak dapat dihuni, sementara kota Nagasaki dan Hiroshima masih memiliki penduduk yang tinggal di sana.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bencana 10 Kali Chernobyl, Rusia Serang Nuklir Terbesar Eropa


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading