Internasional

Balas Dendam, Rusia Blokir Akses Situs Media Barat

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
04 March 2022 21:35
ledakan roket setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengizinkan operasi militer di Ukraina timur, kamis ( 24/2/2022). (VIA REUTERS/SOCIAL MEDIA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia memutus akses ke beberapa situs web organisasi berita asing, termasuk BBC dan Deutsche Welle (DW), karena dianggap menyebarkan informasi palsu tentang perang Kremlin di Ukraina.

Rusia telah berulang kali mengeluh bahwa media Barat memberikan pandangan parsial dan seringkali anti-Rusia tentang dunia. Mereka juga dianggap gagal meminta pertanggungjawaban para pemimpin mereka sendiri atas perang asing yang menghancurkan seperti Irak dan korupsi.

Pengawas komunikasi Rusia mengatakan bahwa mereka telah memblokir situs-situs BBC, Voice of America, Radio Free Europe/Radio Liberty, Deutsche Welle dan outlet media lainnya per Jumat (4/3/2022).


"Akses telah dibatasi ke sejumlah sumber informasi yang dimiliki oleh orang asing," kata pengawas, yang dikenal sebagai Roskomnadzor, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.

"Alasan untuk membatasi akses ke sumber informasi ini di wilayah Federasi Rusia adalah peredaran materi yang mengandung informasi palsu yang disengaja dan sistematis."

Dikatakan organisasi media telah menyebarkan kebohongan tentang "esensi dari operasi militer khusus di Ukraina, bentuknya, metode operasi tempur (serangan terhadap penduduk, serangan terhadap infrastruktur sipil), kerugian angkatan bersenjata Rusia dan korban sipil" .

Kini situs web BBC dan Voice of America berbahasa Rusia tidak dapat dibuka tanpa menggunakan Jaringan Pribadi Virtual (VPN), kata seorang wartawan Reuters. Situs berbahasa Inggris Voice of America dapat diakses, tetapi situs BBC tidak.

Sebelumnya Uni Eropa (UE) memblokir media yang dikendalikan pemerintah Rusia, RT dan Sputnik. Pemilik Facebook Meta, Google Alphabet Inc, YouTube dan TikTok juga sudah memblokir akses ke RT dan Sputnik di UE. Sementara Twitter mengatakan akan mematuhi larangan UE.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Corona di Rusia Ngamuk, Pecah Rekor Baru Lagi!


(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading