Kota Kedua Terbesar Ukraina Hancur Lebur Dibombardir Rudal!

News - Thea Arbar, CNBC Indonesia
03 March 2022 07:00
A view shows the area near the regional administration building, which was hit by a missile according to city officials, in Kharkiv, Ukraine, in this handout picture released March 1, 2022. Press service of the Ukrainian State Emergency Service/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.     TPX IMAGES OF THE DAY

Jakarta, CNBC Indonesia - Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina hancur lebur setelah dihantam rudal. Pusat kota berpenduduk 1,5 juta orang itu kini menjadi gurun reruntuhan bangunan yang hancur.

"Para pembebas Rusia telah datang," kata seorang sukarelawan Ukraina saat ia bersama tiga rekannya membawa mayat seorang pria yang terbungkus seprai keluar dari reruntuhan.


Melansir Reuters, Kamis (3/3/2022), serangan terbesar di Eropa sejak 1945 itu telah menyebabkan lebih dari 870 ribu orang melarikan diri, dan memicu kekhawatiran konflik lebih luas di wilayah Barat yang tak pernah terpikirkan selama beberapa dekade.

Serangan ini memang belum menggulingkan pemerintahan Kyiv, namun ribuan orang diperkirakan meninggal dan mengalami luka-luka. Situasi ini dikhawatirkan menimbulkan pukulan mendalam terhadap dinamika ekonomi global setelah pandemi Covid-19.

People hold weapons outside the regional administration building, which city officials said was hit by a missile attack, in central Kharkiv, Ukraine, March 1, 2022. REUTERS/Vyacheslav MadiyevskyyFoto: REUTERS/VYACHESLAV MADIYEVSKYY
People hold weapons outside the regional administration building, which city officials said was hit by a missile attack, in central Kharkiv, Ukraine, March 1, 2022. REUTERS/Vyacheslav Madiyevskyy

Pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sendiri sudah menegur Moskow, di mana langkah tersebut telah mendapatkan dukungan penuh dari para anggota majelis.

"Lebih banyak yang dipertaruhkan daripada konflik di Ukraina itu sendiri," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

"Ini adalah ancaman bagi keamanan Eropa dan seluruh tatanan dunia," jelasnya.

Sebanyak 38 negara telah menuntut Rusia ke Pengadilan Kriminal Internasional yang menyelidiki adanya dugaan kejahatan perang dan kejahataan terhadap kemanusiaan.

"Kami sangat jelas. Putin tidak dapat melakukan tindakan mengerikan ini dengan impunitas," kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Hingga saat ini, tidak ada seorang pun di kementerian luar negeri Rusia yang dapat berkomentar terkait hal ini.

Rusia sendiri menyebut tindakannya sebagai 'operasi khusus' yang tidak dirancang untuk menduduki wilayah, namun untuk menghancurkan kekuatan militer Ukraina dan menangkap pemberontak yang mengancam nasionalisme.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rusia Bombardir Kharkiv, 11 Warga Tewas


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading