Harta Karun Hijau RI Jadi Incaran 'Maling', Harganya Segini

News - Damiana Cut Emeria, CNBC Indonesia
01 March 2022 07:40
Petani menggunakan sarung tangan untuk menjaga kebersihan selama proses vanilla dryer. (Tangkapan Layar via Instagram @desa_ekspor_indonesia) Foto: Petani menggunakan sarung tangan untuk menjaga kebersihan selama proses vanilla dryer. (Tangkapan Layar via Instagram @desa_ekspor_indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Vanili kerap dijuluki sebagai harta karun hijau Indonesia karena harganya yang mahal. Mengutip situs Vanili Indonesia, harga komoditas ini mahal akibat pasokan yang terbatas.

Selain itu, karakter tanaman yang kompleks menyebabkan harga vanili jadi mahal. Pasalnya, tenaga manusia sangat dibutuhkan dalam penyerbukan karena bentuk bunga yang tidak sempurna.

Masih mengutip situs Vanili Indonesia, harga vanili tahun 2022 diprediksi masih akan melejit. Untuk vanili kering batangan diprediksi bisa mencapai Rp5,2 juta per kg, harga vanili basah Rp600.000 per kg.

Di beberapa platform belanja online, vanili dijual dengan harga bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan.

Karena harganya yang fantastis, vanilo pun jadi incaran maling.

Vanili (Dok via desa ekspor indonesia)Foto: Vanili (Dok via desa ekspor indonesia)
Vanili (Dok via desa ekspor indonesia)


Ketua Dewan Vanili Indonesia John Tumiwa mengatakan, pencurian vanili terjadi saat proses polinasi. Akibatnya, banyak petani melakukan panen muda.

"Ini yang menyebabkan citra vanili Indonesia itu jelek. Imejnya itu murah, bau asap, dan muda. Sehingga, sering vanili Indonesia itu buat campuran, biasanya dengan vanili Madagaskar. Dan, akhirnya mendapatkan produk akhir yang baik," kata John kepada CNBC Indonesia, belum lama ini.

Proses polinasi hingga panen, jelasnya, biasanya membutuhkan waktu sekitar 8 bulan.

"Tidak mudah bagi petani dalam masa hiatus ini. Petani melaporkan, kalau setiap Jumat atau hari Minggu, beans (vanili basah/ polong) mereka dicuri. Karena pada saat itu petani sedang ibadah atau salat. Itu waktunya si pencuri gerilya. Akibatnya, mereka tidak lagi ke masjid atau atau gereja, melainkan ke ladang menjaga vanili," kata John.

Pencurian beans atau vanili basah, kata dia, permasalahan yang dihadapi petani selama bertahun-tahun dan belum terpecahkan.

Amelius Manoppo, petani vanili dan pemilik UD Lo'or di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara menuturkan, pencurian jadi salah satu kendala utama. Apalagi jika sudah menjelang masa panen.

"Petani biasanya bekerja sama, ada yang bikin ranjau, ada yang bawa anjing. Bekerja sama menjaga," kata Amelius.

Amelius sendiri mengembangkan vanili organik bersama 100-an petani mitra. Dan diolah hingga dijual dalam bentuk gourmet grade 1. Harganya? Tentu saja lebih fantastis.

Pantauan CNBC Indonesia, pedagang di platform Shopee menawarkan vanili dengan harga Rp33 ribu per batang. Ada juga yang menawarkan Rp2,65 juta untuk 500 gram, atau Rp4,5 juta untuk 1 kg.


Sementara di Tokopedia ada vanili dijual Rp67 ribu per 10 gram. Ada juga yang menawarkan harga promosi Rp2,85 juta per 500 gram. Harga satu kilogram ditawarkan bervariasi, Rp3,2 hingga 5 juta.

Vanili tersebut diklaim grade A, atau vanili kering Tahiti Super. Sementara untuk jenis gourmet, ada juga pedagang yang menawarkan dengan harga bervariasi Rp785 ribu hingga 852 ribu per 100 gram.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ternyata Gampang-Gampang Susah Dapat 'Harta Karun' Hijau RI


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Baca Juga
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading