Sedih! Rusia Bikin 120.000 Warga Ukraina Tinggalkan Negaranya

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
26 February 2022 20:20
Ratusan menyeberang dari wilayah yang dikuasai separatis pro-Rusia ke wilayah yang dikuasai pemerintah Ukraina di Stanytsia Luhanska, satu-satunya titik penyeberangan yang buka setiap hari, di wilayah Luhansk, Ukraina timur, Selasa, 22 Februari 2022. (AP/Vadim Ghirda)

Jakarta, CNBC Indonesia - Laporan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut ada lebih dari 120.000 warga Ukraina yang telah meninggalkan negaranya untuk menyelamatkan diri dari serangan Rusia. 

Mengutip CNN Internasional, Wakil Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, Kelly Clements, mengatakan bahwa ada sekitar 4 juta orang yang berusaha melintasi perbatasan saat krisis di Ukraina berlanjut.

Clements mengatakan warga Ukraina terpaksa membuat "keputusan hidup atau mati". Ada sekitar 850.000 orang yang berlindung di tempat pengungsian sementara dan lebih dari 120.000 orang telah meninggalkan Ukraina.


"Kita sedang menghadapi krisis kemanusiaan di negara ini sejak delapan tahun terakhir dan sekarang kondisinya menjadi jauh lebih buruk," kata dia. 

"Kami melihat ada lebih dari 120.000 orang yang telah kabur ke negara tetangga. Dan menurut saya, sambutan yang mereka terima dari komunitas lokal, dari otoritas lokal luar biasa," ujarnya lagi.

Ratusan menyeberang dari wilayah yang dikuasai separatis pro-Rusia ke wilayah yang dikuasai pemerintah Ukraina di Stanytsia Luhanska, satu-satunya titik penyeberangan yang buka setiap hari, di wilayah Luhansk, Ukraina timur, Selasa, 22 Februari 2022. (AP/Vadim Ghirda)Foto: Ratusan menyeberang dari wilayah yang dikuasai separatis pro-Rusia ke wilayah yang dikuasai pemerintah Ukraina di Stanytsia Luhanska, satu-satunya titik penyeberangan yang buka setiap hari, di wilayah Luhansk, Ukraina timur, Selasa, 22 Februari 2022. (AP/Vadim Ghirda)
Ratusan menyeberang dari wilayah yang dikuasai separatis pro-Rusia ke wilayah yang dikuasai pemerintah Ukraina di Stanytsia Luhanska, satu-satunya titik penyeberangan yang buka setiap hari, di wilayah Luhansk, Ukraina timur, Selasa, 22 Februari 2022. (AP/Vadim Ghirda)

Clements menambahkan, ada antrian di sejumlah penyeberangan perbatasan negara. Mereka ingin menyeberang ke negara tetangga Moldova. Dia memperkirakan, gelombang pengungsi dari Ukraina masih akan terus berlanjut. 

Hingga saat ini, Rusia masih terus melancarkan serangan ke Ukraina. Militer Ukraina berusaha menahan pasukan Rusia dengan meledakkan jembatan yang menghubungkan Ibu Kota Kyiv dengan Crimea, yang telah dikuasai Rusia. 

Serangan bertubi-tubi dari Rusia sejak Kamis (24/02/2022) telah menyebabkan sedikitnya 198 korban jiwa, 33 di antaranya adalah anak-anak. Meski demikian, Moskow membantah bahwa mereka menyasar warga sipil dan hanya menargetkan objek militer.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dituduh Bantai Warga Bucha, Rusia Tantang Investigasi Khusus


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading