Rusia-Ukraina Pecah Perang, Ini Paling Ditakuti Pengusaha RI

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
25 February 2022 15:55
Puing-puing sebuah rumah pribadi setelah penembakan Rusia di luar Kyiv, Ukraina, Jumat (25/2/2022). (AP/Efrem Lukatsky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang antara Rusia dan Ukraina bakal berdampak besar terhadap perekonomian dunia, tidak terkecuali Indonesia. Anggota Dewan Pembina dan Pengawas Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Sarman Simanjorang mengungkapkan bahwa salah satu komoditas yang bakal terkena dampak adalah minyak dunia.

"Yang perlu diwaspadai harga pergerakan minyak dunia, karena akan berpengaruh terhadap harga minyak kita, paling nggak pemerintah perlu menyesuaikan atau memberikan subsidi, ini yang perlu diantisipasi pemerintah karena gimana pun minyak sumber energi yang dibutuhkan," katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat (25/2/22).

Bagaimana pun Rusia merupakan sumber energi bagi dunia, untuk energi minyak hingga gas. Untuk gas saja Eropa terancam terputus pasokan gas dari Rusia.


Menurut Tinjauan Statistik BP tahun 2021 tentang Energi Dunia, pada tahun 2020 Rusia memproduksi 10,1 juta barel per hari (BPD) minyak mentah dan kondensat gas alam. Catatan produksi itu menempatkan Rusia di urutan kedua di belakang Amerika Serikat (AS) dengan 11,3 juta BPD.

Besarnya produksi minyak membuat perang Rusia-Ukraina memiliki pengaruh besar terhadap perubahan harganya. Meski demikian, Sarman belum bisa memperkirakan berapa potensi kenaikannya ke depan. Itu bakal ditentukan oleh kondisi perang yang terjadi saat ini.

"Tergantung konstalasi yg berkembang, pengusaha berharap perang cepet selesai, karena kita masih musim pandemi, penyelesaian perang nggak kalah penting karena pengaruhi dampak global, pergerakan minyak dunia tergantung konstalasi yang terjadi. Kalau berkepanjangan ini bisa berdampak besar," jelasnya.

Perubahan harga minyak sudah terlihat saat ini. Harga minyak jenis Brent menyentuh US$ 100,04/barel pada Kamis (24/2/22), nilai ini merupakan yang tertinggi sejak 2014. Sementara minyak jenis WTI menyentuh US$ 95,54/barel.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lebih dari 5 Juta Warga Ukraina Mengungsi, ke Mana Saja?


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading