Pedagang Daging Mogok Jualan Gegara Minyak Goreng, kok Bisa?

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
23 February 2022 17:35
Penjual daging sapi di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (23/2/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pedagang daging kompak bakal mogok berjualan pekan depan. Tidak tanggung-tanggung, mereka akan mogok selama lima hari sekaligus, mulai 28 Februari-4 Maret 2022. Mogok berjualan kali ini lebih lama jika dibandingkan dengan tahun lalu yakni selama tiga hari.

Pedagang mengaku sudah mengupayakan jalur dialog dengan pemerintah. Termasuk mengirimkan surat resmi, namun belum ada tanggapan serius. Sementara, komoditas lain seperti minyak goreng dinilai mendapat perhatian lebih.

"Di posisi minyak goreng sudah ada, sekarang di daging belum ada. Di kita sudah bonyok-bonyokan ini," kata Ketua Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (Jappdi) Asnawi kepada CNBC Indonesia, Rabu (23/2/2022).


Ia membandingkan keseriusan pemerintah meredakan gejolak harga minyak goreng. Sebaliknya persoalan di daging sapi dinilai seperti terlupakan.

"Di minyak goreng ada subsidinya dari sawit, intervensi produksi juga diatur sedemikian agar harga nggak naik. Di kita belum ada. Bisa dibayangkan jika satu sapi 250 kg dengan kenaikan Rp14.000. Maka pedagang perlu keluar Rp3,5 juta per ekor," kata Asnawi.

Karena itu, pedagang meminta pemerintah mengambil langkah cepat, termasuk dengan membuka jalur perdagangan dari negara selain Australia.

Senada, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Suhandri juga memberi usulan serupa.

"Kita bisa coba negara lain seperti Meksiko, Chili atau India. Jadi jangan hanya bergantung pada Australia aja," sebut Suhandri.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Duh! Harga Daging Sapi Diprediksi Bakal Melambung


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading