Internasional

Putin Beri Komentar Baru soal Ukraina, Sebut Rudal Hipersonik

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
23 February 2022 15:30
Anggota delegasi, yang dipimpin oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping, menghadiri pertemuan di Beijing, China (4/2/2022) (via REUTERS/SPUTNIK)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan komentar terbaru soal konfliknya dengan Ukraina. Ia mengatakan Moskow siap mencari solusi diplomatik.

Tapi, tegasnya, kepentingan Rusia tidak dapat dinegosiasikan. Apalagi soal keamanan.


"Negara kami selalu terbuka untuk dialog langsung dan jujur, untuk mencari solusi diplomatik untuk masalah yang paling kompleks," kata Putin dalam video terbaru menyambut Hari Pembela Tanah Air Rusia, Rabu (23/2/2022) dimuat AFP.

"Kepentingan Rusia, keamanan warga kami, tidak dapat dinegosiasikan bagi kami."

Pernyataan ini dimuatnya setelah majelis tinggi Rusia, Dewan Federasi, memberi persetujuan pengerahan militer ke Ukraina Timur. Putin Senin, menandatangani dekrit mengakui Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Lugansk (LPR) dan akan mengirim pasukan "perdamaian" ke sana.

Dalam pidato yang sama, ia juga mengucapkan selamat ke DPR dan LPR. Ia menyebut "profesionalisme" militer Rusia dan akan membela kepentingan keduanya.

Putin bahkan memuji kesiapan tempur pasukannya. Bahkan berujar Rusia akan terus mengembangkan senjata canggih.

"Kami akan terus mengembangkan sistem senjata canggih, termasuk hipersonik dan yang didasarkan pada prinsip fisik baru, dan memperluas penggunaan teknologi digital canggih dan elemen kecerdasan buatan," tambah orang kuat Kremlin itu.

"Kompleks seperti itu benar-benar senjata masa depan, yang secara signifikan meningkatkan potensi tempur angkatan bersenjata kita."

Para pejabat Barat sebelumnya telah memperingatkan potensi invasi Rusia ke Ukraina. Badan intelijen Estonia sempat berujar, Rusia mungkin tak akan menyerang secara keseluruhan tapi terbatas, menggunakan pemberontak Ukraina.

Sementara itu, tindakan Putin membuat Barat mengeluarkan sanksi. Hukuman dari AS dan sekutu membidik bank-bank dan individu Rusia.

Hubungan Rusia dan Ukraina panas sejak revolusi meruntuhkan pemerintahan pro-Rusia di 2014. Semenjak itu Rusia mencaplok Ukraina dan mendukung separatis di Ukraina Timur.

Ukraina sendiri berniat masuk ke NATO, untuk melindungi diri. Namun hal ini makin membuat emosi Rusia, karena khawatir dengan eskpansi pakta pertahanan itu di Eropa Timur dan keamanan negaranya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

16 Februari Batal Perang Mr Putin? Rusia Buka Pintu Negosiasi


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading