Potensi Biomassa RI Capai 32 GW, Bisa Jadi Pusat Energi Dunia

News - Pratama Guitarra, CNBC Indonesia
18 February 2022 16:05
PT Pertamina (Persero) terus memprioritaskan berbagai program transisi energi menuju energi baru dan terbarukan dengan memanfaatkan sumber energi yang melimpah di dalam negeri serta mengoptimalkan infrastruktur dari bisnis yang ada.

Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI) mencatat potensi sumber daya pembangkit dari Biomassa mencapai sebesar 32,6 Giga Watt. Saat ini yang masuk ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021 - 2030, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM) baru mencapai 5,5 GW.

Ketua Dewan Pengurus Masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI), Djoko Winarno mencatat, potensi PLTBM di Indonesia terdapat dalam Hutan Tanaman Energi yang tersebar di sejumlah tempat bisa berasal dari kelapa sawit, tebu, karet, kelapa, sekam, jagung, singkong, kayu, kotoran sapi.

Adapun potensi bahan bakar biomassa itu tersebar di sejumlah wilayah dari Aceh, Sumatera, Kalimantan hingga Indonesia Timur. "Potensi yang ada untuk biomassa di Indonesia ini bisa menghasilkan pembangkit listrik hingga 32 Giga Watt," terang Djoko Winarno, Jumat (18/2/2022).


Djoko menerangkan bahwa energi biomassa (biomass energy) sendiri adalah jenis bahan bakar yang dibuat dengan mengkonversi bahan-bahan biologis seperti tanaman dan produk-produk pertanian/perkebunan.

Untuk mengubah menjadi bahan bakar, energi biomassa umumnya menggunakan teknologi gasifikasi (gasifikasi fluidized bed), yaitu suatu proses pengubahan bahan bakar padat secara termokimia menjadi gas (cair). Biomassa bisa diubah menjadi listrik atau panas dengan proses teknologi yang sudah mapan. Selain biomassa seperti kayu, dari kegiatan industri pengolahan.

Hutan, pertanian dan perkebunan, limbah biomassa yang sangat besar jumlahnya pada saat ini juga belum dimanfaatkan dengan baik.

"Kita yakin, potensi besar biomassa, terutama yang dihasilkan dari Hutan Tanaman Energi, akan mampu berperan besar dalam proses transisi energi di Indonesia," kata Djoko.

Menurut dia, pemanfaatan biomassa sebagai sumberdaya energi listrik, merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, sekaligus mempercepat terwujudnya ketahanan energi nasional dan transisi energi untuk mengejar target netral karbon di tahun 2060.

Dari catatan Kadin Indonesia berdasarkan peta potensi Hutan Tanaman Energi yang dikeluarkan oleh PT PLN (Persero). Diantaranya Aceh, Jambi, Sumsel, Bangka Belitung, Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku Utara, NTB, NTT dan Papua.

"Kita lihat bahwa potensi hutan tanaman energi ini luar biasa besar. Dari mulai Aceh, Sumatera, Kalimantan sampai Indonesia Timur, kita lihat totalnya itu 10,8 juta hektare. Ini suatu potensi yang besar, yang mungkin angkanya sangat kecil yang sudah menjadi porgam bisnis hutan tanaman energi," ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Bobby Gafur Umar, Jumat (18/2/2022).

Bobby Gafur Umar mencatat, jika kolabasi baik Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) dan pelaku usaha energi terbarukan bersinergi, maka produksi biomassa mampu menghasilkan 32,6 GW, dengan total nilai investasi yang akan mengalir masuk sebesar US$ 52,1 miliar.

"Potensi devisa yang akan dihasilkan melalui ekspor bahan baku biomassa berupa wood pellet juga sangat besar. Sebesar 60 juta ton wood pellet dengan nilai ekspor per tahun yang bisa mencapai Rp 90 triliun," ungkap Bobby.

Tak hanya itu, Bobby mengatakan melalui potensi sumber daya biomassa yang tercatat ada di Hutan Tanaman Energi bisa membawa Indonesia menjadi pusat energi biomassa dunia.

"Kami sangat yakin, potensi sebesar ini juga akan membawa Indonesia berperan jauh lebih besar dalam mempercepat tercapainya net- zero emission," kata Bobby.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wih! Dari Biomassa, RI Bisa Kantongi Devisa Rp 90 Triliun


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading