'Winter Is Coming' & Ramalan Buruk Jokowi yang Jadi Nyata!

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
17 February 2022 15:30
Presiden Joko Widodo  (Tangkapan Layar youtube @seketariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat Pertemuan Tahunan IMF - World Bank, Bali 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat melontarkan kekhawatiran terhadap peningkatan risiko dan ketidakpastian global yang kian membesar.

Dalam Opening Plenary Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Nusa Dua Convention Center, Bali, Jumat (12/10/20180) lalu, Jokowi memaparkan bagaimana ketidakseimbangan pertumbuhan terjadi di berbagai belahan dunia.

Tak hanya itu, eskalasi perang dagang antara negara pada saat itu juga semakin marak. Konstelasi ekonomi politik dunia yang menuju pada pertikaian pun telah membuat ketidakpastian ekonomi semakin meninggi.


Jokowi lantas menggambarkan situasi tersebut seperti serial Game of Thrones 'Winter is Coming', yang mengadaptasi dari seri novel A Song of Ice and Fire karya George Raymond Richard Martin.

Dalam serial itu, frasa 'Winter is Coming' adalah ungkapan salah satu keluarga bangsawan (House of Stark) ketika mendapati serangan dari vampir (White Walker) yang muncul dari sisi Utara, dipimpin oleh Knight King

"Sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa Winter is Coming," kata Jokowi menggambarkan situasi dunia yang penuh dengan ketidakpastian kala itu.

Tiga tahun berselang, Jokowi kembali teringat pesannya tersebut. Frasa Winter is Coming kembali mencuat kala Jokowi memberikan sambutan dalam The 1st Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting.

"Sebagaimana saya katakan pada IMF - World Bank Annual Meeting 2018, the winter is coming dan saat ini winter yang berat benar-benar datang. Pandemi belum berakhir, dan ekonomi dunia masih terguncang," kata Jokowi, Kamis (17/2/2022).

Jokowi menyebut dalam situasi yang penuh dengan ketidakpastian ini, tidak ada satu negara pun yang bisa bangkit seorang diri. Menurutnya, setiap negara harus saling bahu membahu untuk bangkit bersama pasca dihantam pandemi.

"Semua negara saling terkoneksi, tidak ada yang terisolasi. Kebangkitan satu kawasan akan membangkitkan kawasan yang lain. Sebaliknya. keruntuhan satu kawasan akan ikut meruntuhkan kawasan lainnya," tegasnya.

Jokowi kembali menekankan situasi saat ini seharusnya tidak membuat negara-negara mengedepankan rivalitas, maupun menciptakan sebuah ketegangan baru yang berpotensi mengganggu pemulihan ekonomi dunia.

"Apalagi membahayakan keselamatan dunia, sebagaimana yang terjadi di Ukraina saat ini. Saat ini semua pihak harus menghentikan rivalitas dan ketegangan," tegasnya.

"Kita harus fokus bersinergi untuk berkolaborasi menyelamatkan kebangkitan dunia tempat kita hidup untuk segera bangkit kembali, pulih kembali. Ketidakpastian global harus kita hadapi dengan sinergi dan kolaborasi," tegasnya.

Jokowi sendiri berharap, pertemuan antara menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 dapat merumuskan langkah kebijakan fiskal dan moneter dalam menyelesaikan masalah dunia.

"Kita harus berkolaborasi untuk menangani isu strategis global tersebut dengan capaian nyata, capaian terukur untuk atasi masalah dan juga mencegah masalah. agar pertumbuhan ekonomi dunia lebih inklusif dan berkelanjutan," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kala Jokowi Bertemu dengan Jejeran 'Bocah Kalkulator'


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading