Harga Batu Bara Masih Tinggi, Ini Jurus Amankan Pasokan PLN

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
17 February 2022 15:55
Pekerja membersihkan sisa-sisa batu bara yang berada di luar kapal tongkang pada saat bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (22/11/2021). Pemerintah Indonesia berambisi untuk mengurangi besar-besaran konsumsi batu bara di dalam negeri, bahkan tak mustahil bila meninggalkannya sama sekali. Hal ini tak lain demi mencapai target netral karbon pada 2060 atau lebih cepat, seperti yang dikampanyekan banyak negara di dunia. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara di pasar internasional bisa dikatakan masih dalam tren positif, di mana per Rabu (16/02/2022), harga batu bara tercatat masih berada di kisaran US$ 236 per ton.

Begitu juga untuk Harga Batu Bara Acuan (HBA) dalam negeri, di mana pada Februari 2022 melonjak menjadi US$ 188,38 per ton, naik US$ 29,88 per ton dari US$ 158,50 per ton pada Januari 2022.

Dengan terus melonjaknya harga batu bara, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi agar tidak terulang lagi kondisi krisis pasokan batu bara di dalam negeri, khususnya untuk pembangkit listrik seperti yang terjadi sejak akhir 2021 hingga Januari 2022 ini.


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menjelaskan, pihaknya melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) dan PT PLN (Persero) telah menyiapkan sistem enforcement real time, yaitu menggabungkan sistem pengawasan di lapangan dan sistem digital yang langsung terintegrasi dengan sistem informasi manajemen di Ditjen Minerba.

"Apabila terjadi kegagalan loading di lokasi tertentu akan muncul notifikasi ke sistem Ditjen Minerba dan Surat Peringatan terkirim secara otomatis. Dengan demikian dapat dilakukan corrective action secara cepat, tepat dan terukur," tuturnya saat Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (17/02/2022).

Selain itu lanjutnya, PLN juga telah mengubah kontrak menjadi jangka panjang dengan perusahaan pemasok batu bara, sehingga Keputusan Menteri ESDM No.139 tahun 2021 dapat diterapkan.

"Kontrak yang sebelumnya berfokus pada fleksibilitas sudah disempurnakan menjadi kontrak fixed jangka panjang," ungkapnya.

PLN menurutnya juga sudah melakukan upaya luar biasa (extra ordinary) di sisi bongkar pembongkaran (unloading) dalam rangka menambah kapasitas dan kecepatan pembongkaran.

"PLN telah menyelesaikan masalah volume, logistik, kontrak, pengawasan dan enforcement, sehingga PLN memastikan pasokan batu bara dalam kondisi aman," ucapnya.

Arifin juga mengatakan bahwa volume pasokan batu bara ke PLTU PLN dari perusahaan tambang termuat dalam persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang wajib dipatuhi oleh perusahaan.

Dia menyebut, rencana kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik pada 2022 mencapai 127,1 juta metrik ton (MT), terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk PLN sebesar 64,2 juta MT, dan PLTU untuk pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/ IPP) sebesar 62,9 juta MT.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Simak! Ini Alur Pembelian Batu Bara PLN Jika Pakai Skema BLU


(wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading