Internasional

Usai Pantai Bikini, Pakaian Dalam Berkeliaran di Mal-mal Arab

News - sef, CNBC Indonesia
14 February 2022 07:20
Workers take down a giant Saudi flag, that measures 49.5 meters by 33 meters (162 feet by 108 feet) for weekly maintenance, from what is believed to be the tallest flagpole in the world and one of Jiddah's landmarks, at King Abdullah Square, in Jiddah, Saudi Arabia, Thursday, Jan. 28, 2021. An Islamic creed reads,

Jakarta, CNBC Indonesia - Ramai-ramai toko di sejumlah mall di Arab Saudi dilaporkan memajang pakaian dalam wanita di etalasenya. Ini terjadi jelang Hari Valentine, yang jatuh Senin (14/2/2022) ini.

Meski toko-toko Arab Saudi tak secara gamblang menyebutkan kata "Valentine", AFP menulis hal itu bagian dari promosi perayaan hari kasIh sayang Barat tersebut. Bahkan penjualan memang melonjak naik.


"Manajemen telah meminta kami mendekorasi etalase dengan pakaian dalam berwarna merah, namun tanpa menyebutkan di manapun Hari Valentine," kata salah seorang penjual, dikutip media itu, Minggu.

Fenomena ini diyakini menjadi perubahan lain dari Arab Saudi. Sebelumnya Negeri Raja Salman itu dikenal sangat konservativ.

Polisi agama bisa bertindak mengamankan penjual perlengkapan Hari Valentine. Valentine sendiri merupakan budaya Romawi, melibatkan martir Kristen bernama sama.

Perubahan diyakini terkait ambisi Arab Saudi untuk mengubah citranya seiring upaya mencari pemasukan baru negara selain minyak. Sejumlah pelonggaran memang sudah dilakukan mulai izin menyelenggarakan konser musik hingga mengizinkan pantai bikini.

"Kami sekarang bisa memperlihatkan pakaian (dalam) merah dengan nyaman dan bahkan menempatkannya di etalase," kata seorang pegawai lain di Grenade Mall.

"Ada banyak pelanggan yang meminta lingerie merah saat Hari Valentine ... Kami memiliki diskon selama waktu ini, tetapi kami tidak menyebutnya sebagai penawaran Hari Valentine."

Sementara itu, salah satu kosumen Reem al-Qahtani, 22, mengatakan masyarakat Arab Saudi secara bertahap mulai menerima Hari Valentine. Bahkan jika itu tetap tanpa nama untuk saat ini.

"Saat ini, kami merayakannya dengan tenang di kafe dan restoran, tetapi kami berharap ini akan mendapatkan daya tarik di tahun-tahun mendatang," katanya.

Meski demikian, sejumlah konsumen lain mengaku terganggu dengan pemandangan pakaian dalam itu. Beberapa mengatakan tak nyaman melihatnya.

"Saya tidak ingin melihat hal-hal ini," kata seorang wanita, sepenuhnya bercadar hitam kecuali matanya, ke AFP.

"Mereka mengganggu saya, tetapi ada orang yang menyukainya dan ini adalah kebebasan memilih mereka."

Bukan cuma pakaian dalam wanita yang mengalami lonjakan penjualan, hadiah lain juga sama. Seperti parfum dan make up.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wow! Ekonomi Arab Saudi Melejit 6,8%, Tertinggi Sejak 2012


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading