Internasional

Sah! China Setujui Penggunaan Obat Covid Paxlovid Pfizer

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
12 February 2022 21:10
Paxlovid, a Pfizer's coronavirus disease (COVID-19) pill, is seen manufactured in Freiburg, Germany, in this undated handout photo obtained by Reuters on November 16, 2021. (Pfizer/Handout via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Regulator produk medis China mengatakan telah memberikan persetujuan bersyarat penggunaan obat Covid-19 Paxlovid buatan Pfizer, Sabtu (12/2/2022). Ini menjadikan Paxlovid sebagai pil oral pertama yang secara khusus dikembangkan untuk mengobati penyakit Covid-19 di Negeri Tirai Bambu.

Administrasi Produk Medis Nasional mengatakan Paxlovid disetujui untuk mengobati pasien Covid-19 dewasa dengan gejala ringan hingga sedang dan berisiko tinggi berkembang menjadi kondisi parah. Namun, mereka mengatakan masih membutuhkan studi lebih lanjut tentang khasiat obat itu untuk diserahkan ke pihak berwenang.

"Ini adalah tonggak penting dalam perjuangan kami melawan Covid-19," kata perwakilan Pfizer dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan informasi tentang pengadaan, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (12/02/2022).


Eksekutif Pfizer mengatakan bahwa perusahaan sedang berdiskusi aktif dengan lebih dari 100 negara tentang Paxlovid, dan memiliki kapasitas untuk menyediakan 120 juta kursus jika diperlukan.

Sementara sejumlah vaksin tersedia di seluruh dunia untuk membantu mencegah infeksi dan penyakit serius, termasuk yang dibuat oleh Pfizer, ada pilihan pengobatan terbatas untuk orang yang terinfeksi Covid-19.

Pada Desember 2021 lalu, Pfizer mengatakan hasil uji coba akhir menunjukkan obatnya dapat mengurangi kemungkinan rawat inap atau kematian sebesar 89% pada pasien Covid-19 yang berisiko sakit parah.

Obat diberikan kepada pasien dalam waktu tiga hari sejak timbulnya gejala, tetapi sebesar 88% pasien diberikan dalam waktu lima hari setelah gejala.

Sementara China belum menyetujui vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh pembuat obat asing tetapi telah memvaksinasi 87,1% dari seluruh populasinya per 7 Februari menggunakan beberapa vaksin yang dikembangkan secara lokal.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kabar Baik! Obat Covid Bisa Diminum Warga Bumi, Corona End?


(tfa/wia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading