Siap-Siap! Harga Tempe dan Tahu Bakal Melonjak

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
11 February 2022 17:43
Perajin memproduksi tempe di salah satu pabrik rumahan di Jakarta, Senin (15/2/2021). Harga biji kedelai terus menguat di tengah penurunan ekspor dari Amerika Serikat dan sentimen proyeksi kenaikan pasokan dari negara produsen. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Perajin memproduksi tempe di salah satu pabrik rumahan di Jakarta, Senin (15/2/2021). Harga biji kedelai terus menguat di tengah penurunan ekspor dari Amerika Serikat dan sentimen proyeksi kenaikan pasokan dari negara produsen. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga tempe dan tahu dalam waktu dekat akan naik. Kenaikan disebabkan adanya lonjakan harga kedelai global, karena karena gangguan pasokan di Brazil dan Amerika Serikat.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menjelaskan, perkembangan harga dari CBOT (Chicago Board of Trade) harga pada Februari ini mencapai US$15,77 per bushels, dengan tingkat harga di importir mencapai Rp11.240 per kilogram. Dalam beberapa waktu ke depan harga akan mengalami kenaikan.

"Menurut informasi yang diterima kenaikan ini bisa sampai Mei yang diperkirakan mencapai harganya di US$15,79 per bushels baru akan turun Juli perkiraannya hanya US$15,74 per bushels di tingkat importir," kata Oke dalam konferensi pers, Jumat (11/2/2022).

Ira Dijaya (41)melayani pembeli gorengan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (7/1/2022). Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), secara nasional harga minyak goreng curah pada 29 Desember lalu hanya Rp.18.400/Kg. Pada 6 Januari 2022 atau kemarin, menyentuh Rp. 18.550/Kg, atau naik 0,81%. Kemudian minyak goreng kemasan bermerk 1 pada 30 Desember 2021 harganya Rp. 20.600/Kg. Sementara kemarin menjadi Rp. 20.800/Kg, naik 0,97%. Begitu juga minyak goreng kemasan bermerk 2. Di mana pada 30 Desember masih Rp. 20.030/Kg, kemarin menjadi Rp. 20.300/Kg atau meningkat 1,34%. Harga minyak goreng di pasar tradisional masih tinggi. Pedagang menginginkan harga segera normal kembali. Menurut Ira penjual gorengan Foto: Ilustrasi Gorengan (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Ira Dijaya (41)melayani pembeli gorengan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (7/1/2022). Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), secara nasional harga minyak goreng curah pada 29 Desember lalu hanya Rp.18.400/Kg. Pada 6 Januari 2022 atau kemarin, menyentuh Rp. 18.550/Kg, atau naik 0,81%. Kemudian minyak goreng kemasan bermerk 1 pada 30 Desember 2021 harganya Rp. 20.600/Kg. Sementara kemarin menjadi Rp. 20.800/Kg, naik 0,97%. Begitu juga minyak goreng kemasan bermerk 2. Di mana pada 30 Desember masih Rp. 20.030/Kg, kemarin menjadi Rp. 20.300/Kg atau meningkat 1,34%. Harga minyak goreng di pasar tradisional masih tinggi. Pedagang menginginkan harga segera normal kembali. Menurut Ira penjual gorengan "minyak goreng 2 liter kemasan mencapai Rp.38-40 ribu itu kalo sedang ada promo di swalayan, tapi kalau tidak promo harga Rp. 40 ribu keatas. Untuk penjualan Ira tetap menjualnya 1 gorengan Rp.1.500 sedangkan untuk modal berjualan biasanya Rp. 600 ribu sekarang menjadi Rp.800 ribu.Harga ini tentu naik sangat tinggi dibandingkan sebelumnya dan cukup menyulitkan dirinya sebagai penjual makanan. "Kalau ukuran gorengan dikecilin, pasti protes. Padahal bukan hanya minyak goreng yang mahal," tutur Ira. Keluhan sama juga diungkapkan penjual gorengan keliling lain. Ferdi (29) mengaku "selalu membeli minyak kemasan untuk menjamin gorengan yang dijualnya enak. "Apalagi saya jualan di dekat perkantoran. Jadi enggak enak kalau pakai minyak goreng curah," tuturnya. Ferdi juga mengaku keberatan dengan harga yang serba mahal, baik minyak goreng maupun komoditas lain. Ia mengaku tidak bisa menaikkan harga makanan dan gorengan yang dijualnya. Untuk itu ia sangat berharap agar harga minyak goreng bisa segera turun atau digelar operasi pasar. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Kenaikan disebabkan gangguan pasokan di Brazil dimana terjadi penurunan produksi dari 140 juta ton menjadi 125 juta ton. Selain itu di Amerika Serikat juga terjadi inflasi yang berdampak pada harga input produksinya.

Imbasnya, harga tahu/tempe juga akan melonjak. Oke harga tempe diperkirakan mengalami kenaikan menjadi Rp10.300 - 10.600 per kilogram. Demikian juga dengan harga tahu diperkirakan menjadi Rp52.450 - 53.700 per papan. Atau naik menjadi Rp650 - 700 per potong.

Dimana saat ini perajin harus membeli Kedelai dengan harga bahan baku mencapai Rp11.500 per kilogram. Sehingga kenaikan harga ini tidak bisa dihindarkan.

Sehingga ada ada kenaikan 300 rupiah per kilogram untuk tempe maka ada kenaikan Rp50 per potong untuk tahu, jika harga pembelian kedelai dari perajin di harga Rp11.500 per kilogram.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Duh! Stok Kedelai Cuma 2 Bulan, Pemerintah Instruksikan Ini


(dce/dce)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading