Arahan Jokowi, G20 Harus Hasilkan Kesepakatan Konkret

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
10 February 2022 11:55
g20 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar Indonesia sebagai tuan rumah pelaksanaan Presidensi G20 di 2022 bisa menghasilkan kesepakatan konkrit dalam menciptakan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Menteri Koordinasi Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang mewakili Presiden Jokowi mengungkapkan, transisi energi memiliki porsi penting.

Transisi energi merupakan pekerjaan rumah (PR) bersama di seluruh negara di dunia, bukan hanya Indonesia tapi juga negara-negara G20 dan seluruh komunitas global.


"Tidak hanya untuk pemerintah, tapi koperasi dan lembaga keuangan dan semua pemangku kepentingan," jelas Luhut dalam Peluncuran Transisi Energi G20 yang berlangsung secara virtual, Kamis (10/2/2022).

"Selain menurunkan emisi betul-betul melakukan transisi energi yang berkeadilan. Ini membutuhkan biaya yang besar, tentu banyak negara miskin dan berkembang tidak mampu atau tidak mau membebani masyarakat apalagi di masa pandemi. Beban semakin berat," kata Luhut lagi.

Oleh karena itu dalam melakukan transisi energi harus seminimal mungkin dampaknya ke sosial dan ekonomi masyarakat.

"Kita harus didukung kerjasama global yang kuat. Ini akan kita bangun di Presidensi G20 Indonesia. Inilah yang kita maksud dengan global deal," jelas Luhut.

Pada kesempatan yang sama, turut hadir Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Arifin menjelaskan dirinya telah mendapatkan mandat langsung dari Presiden Jokowi mengenai topik transisi energi yang akan dibahas pada Presidensi G20.

"Pak Presiden mengarahkan agar menghasilkan kesepakatan yang konkrit dan menghindari perdebatan yang tidak perlu. Menteri ESDM dapat tanggung jawab besar pada pilar transisi energi," jelas Arifin, Kamis (10/2/2022).

Seperti diketahui terdapat tiga topik utama yang akan dibahas pada Presidensi G20 Indonesia 2022, yakni kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi.

Pada pilar transisi energi, Arifin mengungkapkan akan mengangkat tiga isu prioritas di antaranya akses energi, teknologi, dan pendanaan.

"Dengan tiga isu tersebut diharapkan mendapatkan hasil, guna memperkuat sistem energi global dan transisi keadilan yang berkelanjutan," jelas Arifin.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pertamina Ajak Gojek & Gesits Kembangkan BSS. Apaan Tuh?


(pgr/pgr)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading