Tiba-Tiba Jepang Jadi 'Pahlawan' Krisis Energi Eropa!

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
09 February 2022 20:25
Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Inggris. (AP/Jon Super)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jepang telah memutuskan untuk mengalihkan beberapa kargo gas alam cair (LNG) ke Eropa sebagai respons atas permintaan dari Amerika Serikat dan Uni Eropa, dengan pengiriman tambahan diperkirakan akan tiba pada Maret 2022.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Industri Jepang Koichi Hagiuda pada hari ini, Rabu (09/02/2022), seperti dikutip dari Reuters.

Langkah itu dilakukan karena Eropa menghadapi krisis pasokan LNG karena ketegangan di Eropa Timur tetap tinggi.


Rusia dan Barat telah berselisih mengenai Ukraina, mengipasi kekhawatiran bahwa pasokan energi ke Eropa dapat terganggu.

"Kami telah memutuskan untuk menanggapi permintaan dari Amerika Serikat dan UE untuk mengirim LNG ke Eropa, di mana pasokan gas di sana sedang terbatas," kata Hagiuda kepada wartawan, setelah bertemu secara terpisah dengan Duta Besar AS dan Uni Eropa untuk Jepang pada hari sebelumnya, dikutip dari Reuters, Rabu (09/02/2022).

Dia mengatakan, pengalihan LNG ini akan dilakukan setelah memastikan permintaan lokal Jepang akan terpenuhi, dan pembangkit listrik akan tetap stabil.

Beberapa kargo LNG terjadwal yang dikirim oleh perusahaan Jepang akan tiba di Eropa pada Februari, dengan lebih banyak kargo termasuk yang akan dialihkan ke Eropa atas permintaan Pemerintah Jepang yang tiba di sana pada Maret, kata seorang pejabat di Kementerian Industri.

Pejabat tersebut menolak untuk mengungkapkan jumlah pasti kargo yang dikirimkan ke Eropa, tetapi mengatakan jumlah kargo yang akan dikirim pada bulan Maret akan lebih tinggi dibandingkan Februari.

Selain itu, pemerintah telah meminta perusahaan Jepang dengan pasokan LNG yang tidak terikat kontrak jangka panjang dengan klausul tujuan untuk mengalihkan sebanyak mungkin kargo ke Eropa.

Klausa tujuan mengamanatkan di mana kargo dapat dikirim dan membatasi pembeli untuk menjual kembali kelebihan gas.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Gas Bakal Tinggi Sampai 2025, Ini Biang Keroknya..


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading