Sri Mulyani: RI Kini Lebih Tangguh Hadapi Tapering AS!

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
09 February 2022 13:27
Konferensi Pers KSSK hasil rapat Berkala KSSK I Tahun 2022 (Tangkapan layar youtube Kemenkeu RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa kali ini Indonesia lebih tangguh dalam menghadapi segala risiko global. Salah satunya rencana kebijakan normalisasi suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (the Fed).

Hal ini disampaikan di depan para investor baik domestik maupun global yang hadir dalam acara Mandiri Investment Forum 2022 secara virtual, Rabu (9/2/2022).

Menurutnya, kondisi Indonesia tidak lagi sama dengan sebelumnya yang menyebabkan krisis keuangan. Sebab, perekonomian lebih berdaya tahan meski di tengah tekanan pandemi Covid-19.

"Kali ini, Indonesia lebih tangguh terhadap tappering effect. Tidak seperti pada tahun 2013-2015 silam yang juga ada tappering," ujarnya.

Lanjutnya, perbaikan perekonomian ini tercermin dari kinerja APBN pada tahun lalu yang berhasil tembus target. Hal ini didorong oleh berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah hingga kenaikan harga komoditas unggulan Indonesia.

Kinerja yang baik pada tahun lalu juga membuat ekspor dan impor kembali pulih meski masih dibayangi oleh Covid-19. Sehingga neraca dagang mencatatkan surplus yang cukup besar.

Selain itu, koordinasi dengan Bank Indonesia juga dinilai sebagai salah satu poin penting mengapa Indonesia lebih siap menghadap tappering kali ini. Selain itu, kepemilikan asing di SBN pemerintah juga tak sebesar dulu sehingga dampaknya tak akan terlalu besar.

"Kali ini tappering paling tidak dilindungi kemampuan kita menciptakan suatu keseimbangan ekstra yang lebih kuat dalam bentuk perdagangan surplus dan curent account yang cukup kuat," jelasnya.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Situasi Bumi Makin Gawat, Sri Mulyani Tagih Janji Negara Maju


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading