Internasional

Perang Dunia III Mulai 15 Februari? Siapa Menang?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
08 February 2022 12:00
U.S. Army troops of the 82nd Airborne Division unloading vehicles from a transport plane after arriving from Fort Bragg at the Rzeszow-Jasionka airport in southeastern Poland, on Sunday, Feb. 6, 2022. Additional U.S. troops are arriving in Poland after President Joe Biden ordered the deployment of 1,700 soldiers here amid fears of a Russian invasion of Ukraine. Some 4,000 U.S. troops have been stationed in Poland since 2017. (AP Photo/Czarek Sokolowski)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan di Eropa masih terjadi. Di perbatasan Ukraina, Rusia masih menyiagakan ribuan pasukan, sesuatu yang membuat negara-negara barat khawatir bakal terjadi invasi.

Seorang pejabat di lingkaran dalam pemerintah Amerika Serikat (AS) membisikkan kepada NBC News bahwa Rusia siap untuk mengerahkan 70% kekuatan militernya untuk melakukan invasi skala besar ke negeri kelahiran pesepakbola Andriy Shevchenko tersebut. Serangan yang melibatkan kekuatan sebesar itu diperkirakan menimbulkan banyak korban jiwa.


Dalam hitungan minggu, diperkirakan korban luka bahkan nyawa bisa mencapai 50.000 orang. Dalam hitungan hari, Rusia 'diramal' mampu menguasai ibu kota Kyiv, mungkin hanya butuh dua hari (48 jam). Plus, sekitar 5 juta orang diperkirakan terpaksa mengungsi jika perang terjadi. Pihak militer Ukraina yang bisa mengalami luka atau kehilangan nyawa diperkirakan 5.000-25.000 orang.

Intelejen AS melaporkan Rusia sudah menerjunkan 83 batalyon yang masing-masing beranggotakan hingga 1.000 personel di perbatasan Ukraina. Batalyon itu dipersenjatai dengan artileri berat dan mortar. Sebanyak 14 batalyon tambahan dikabarkan segera menyusul.

Menurut kajian AS, 120 batalyon sudah cukup untuk melancarkan serangan maksimal. Tidak hanya di darat, Rusia pun disebut-sebut sudah menyiagakan jet tempur, peluru kendali, helikopter, kapal perang, dan kapal selam.

Jika 'ramalan' ini terbukti, maka serangan dalam kekuatan penuh akan terjadi pada 15 Februari 2022. Sebelum itu, Rusia akan berusaha membenarkan serangan dengan dalih meredakan huru-hara di Ukraina.

"Rusia terus memperkuat pasukannya untuk serangan skala penuh di Ukraina. Semakin hari semakin jelas bawa Rusia siap jika friksi ini terus tereskalasi. Negara-negara barat sepertinya harus bersiap," sebut Keir Gilles, Konsultan Senior di lembaga think-tank Chatham House yang berbasis di London (Inggris).

Halaman Selanjutnya ---> Mengukur Kekuatan Militer AS, Rusia, dan Ukraina

Mengukur Kekuatan Militer AS, Rusia, dan Ukraina
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading