Internasional

Alasan Saudi Ubah UU Bendera Nasional Bertuliskan Syahadat

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
05 February 2022 11:15
Workers hang up flags of Saudi Arabia and China in front of Tiananmen Gate before Saudi Crown Prince Mohammed bin Salman's visit to Beijing, China February 21, 2019. REUTERS/Jason Lee

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Arab Saudi saat ini sedang mempersiapkan  sejumlah amandemen UU untuk mengatur lagu kebangsaan dan benderanya yang bertuliskan kalimat syahadat. Hal ini pun sudah mulai disetujui dewan syura negara itu pada Senin, (30/1/2022).

Dalam keterangan yang disampaikan media resmi Saudi Press Agency (SPA), amandemen ini dilakukan untuk lebih mendefinisikan jelas bagaimana lambang-lambang negara itu seperti bendera, lambang, dan lagu kebangsaan seharusnya ditempatkan sehingga meningkatkan kesadaran publik soal pentingnya hal tersebut.

Ini juga dimaksudkan untuk melindungi lambang negara dari penghinaan hingga pengabaian. Sebelumnya, empat pria Bangladesh ditangkap karena melecehkan bendera Arab Saudi dan membuangnya ke tempat sampah.


"Amandemen tersebut sebelumnya diusulkan oleh anggota dewan Saad al-Otaibi dan dipelajari oleh subkomite sebelum dibahas di antara anggota dewan," tulis media tersebut, dikutip Kamis (3/2/2022).

Arab Saudi memang masih dipimpin Raja Salman. Namun secara de facto, sang putra mahkota, Mohammed bin Salman sudah menjadi pemilik kuasa negara itu.

Ia melakukan sejumlah reformasi di negara ultrakonservatif tersebut. Ia juga disebut tengah berupaya mendefinisikan kembali identitas Saudi, menggantikan pan-Islamisme dengan identitas budaya nasional yang tidak semata-mata ditentukan oleh agama.

Salah satu contohnya, dekrit kerajaan yang baru-baru ini dikeluarkan yang menandai 22 Februari sebagai Hari Pendirian Arab Saudi. Hari libur nasional dimaksudkan untuk memperingati upaya abad ke-18 oleh Imam Muhammad bin Saud untuk mendirikan negara Arab Saudi pertama sebelum kehancurannya di tangan Ottoman.

Pekan ini pemerintah juga memerintahkan restoran dan kedai kopi di Arab Saudi untuk mengganti nama "kopi Arab" menjadi "kopi Saudi". Ini merupakan upaya terbaru untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan identitasnya sebagai seorang "Saudi".

Tidak dirinci apa yang akan dilakukan dengan bendera Arab Saudi ke depan. Bendera berwarna hijau itu sudah ada sejak 1973.

Bendera itu menampilkan kalligrafi Arab yang berisi kalimat syahadat, yang menandai seseorang memeluk Islam dan menjadi Muslim. Artinya "Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah".


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Raja Salman Tinggalkan Rumah Sakit, Bagaimana Kondisinya?


(tps/tps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading