Harapan Itu Masih Ada, Kemenkes Bawa Kabar Baik Soal Covid RI

News - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
04 February 2022 11:50
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Saat Konferensi Pers Kesiapan Gelombang Ketiga COVID-19. (Tangkapan Layar Youtube Kementerian Kesehatan RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia perlahan merangkak naik. Dalam beberapa hari terakhir, kasus harian melonjak cukup drastis, di atas 10.000.

Eskalasi peningkatan kasus tak lepas dari sebaran varian Omicron yang kian meluas. Sejak varian itu pertama kali ditemukan di Afrika Selatan dan menyebar ke sejumlah negara, terjadi peningkatan kasus secara masif.

Kemarin, kasus Covid-19 di Indonesia bertambah hingga 27.197 kasus, di mana DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang tertinggi kasus mencapai 10.117 orang per hari.


Jika melihat data setidaknya dalam satu minggu terakhir, sebaran varian Omicron memang cukup menyeramkan. Kasus Covid-19 di Indonesia yang mulai terkendali, kini perlahan tapi pasti mengalami lonjakan.

Meski demikian, bukan berarti tidak ada kabar baik. Varian Omicron memang menginfeksi lebih cepat, namun pasien yang terjangkit varian tersebut mengalami gejala ringan.

Hal tersebut dikemukakan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) awal pekan ini.

"Yang kasusnya berat, sedang kritis, membutuhkan oksigen itu sekitar 8%," kata Budi Gunadi.

Merinci lebih jauh, sekitar 90% pasien positif Omicron bergejala ringan hingga tanpa gejala menjalani perawatan di rumah sakit. Adapun 35% hingga 45% adalah orang tanpa gejala.

"Pasien bergejala ringan berkisar 50%," kata Budi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RSPI Sulianti Saroso Rawat 22 Pasien Terjangkit Omicron


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading