Duh! WHO: Limbah Suntik Hingga Botol Vaksin Bekas Ancam Dunia

News - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
01 February 2022 20:30
Kantor WHO. (Dok: WHO)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jarum suntik, alat tes, dan botol vaksin bekas dari pandemi Covid-19 mengakibatkan puluhan ribu ton limbah medis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut hal ini mengancam kesehatan manusia dan lingkungan.

"Bahan tersebut, yang sebagian dapat menular karena virus corona dapat bertahan di permukaan dan berpotensi membuat petugas kesehatan mengalami luka bakar, luka tertusuk jarum suntik, dan kuman penyebab penyakit," tulis WHO dikutip Reuters, Selasa (1/2/2022).

Sementara itu, masyarakat dekat tempat pembuangan sampah yang dikelola dengan buruk dapat terpengaruh melalui udara yang terkontaminasi dari pembakaran sampah, kualitas air yang buruk, atau hama pembawa penyakit.

Laporan WHO menyerukan reformasi dan investasi, termasuk melalui pengurangan penggunaan kemasan yang menyebabkan tumpukan plastik, serta penggunaan alat pelindung yang terbuat dari bahan daur ulang.

Diperkirakan sekitar 87.000 ton alat pelindung diri (APD) atau setara dengan berat beberapa ratus paus biru telah dipesan hingga November 2021.

Selain itu, laporan tersebut menyebut sekitar 140 juta alat uji dengan potensi menghasilkan 2.600 ton sebagian besar sampah plastik dan limbah kimia yang bisa mengisi sepertiga kolam renang Olimpiade.

Diperkirakan sekitar 8 miliar dosis vaksin yang diberikan secara global telah menghasilkan tambahan 144.000 ton limbah dalam bentuk botol kaca, jarum suntik, jarum, dan kotak pengaman.

Namun, WHO tidak menyebutkan contoh spesifik lokasi penumpukan limbah paling mengerikan terjadi.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

WHO Bentuk Tim Asal Usul Corona, Jadi Kesempatan Terakhir!


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading