Internasional

Tanda Apa Ini? Barang Mewah Ini Laris Manis Meski Pandemi

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
28 January 2022 08:55
ILE PHOTO: A woman with a Louis Vuitton-branded shopping bag looks towards the entrance of a branch store by LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton in Vienna, Austria October 4, 2018. REUTERS/Lisi Niesner

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 sepertinya tak berpengaruh pada sebagian kelompok. Buktinya, perusahaan induk barang mewah LVMH (Moët Hennessy) berhasil melewati pandemi Covid-19 dengan membukukan rekor penjualan dan laba bersih tahun 2021, Kamis (27/1/2022).

LVMH menaungi merek fesyen kelas atas Louis Vuitton, Fendi, Christian Dior, Givenchy, hingga Celine serta sampanye Moet & Chandon. Perusahaan mencatat rekor 64,2 miliar euro atau sekitar Rp 1.027 triliun pada tahun 2021.


Jumlah ini meningkat 44% pada 2020 dan naik 20% pada 2019. Sementara laba bersih mencapai 12 miliar euro (Rp 192 triliun), meningkat 156% dari 2020 dan naik 68% dibandingkan 2019.

"Meskipun ketidakpastian tetap ada di awal tahun baru ini, terus terganggu kesehatan masyarakat, kami mendekati tahun 2022 dengan percaya diri dan yakin bahwa LVMH berada dalam posisi sangat baik untuk lebih memperkuat keunggulannya di pasar barang mewah global," kata Kepala Eksekutif LVMH Bernard Arnault dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Channel News Asia (CNA).

Hasil perusahaan dengan mudah melampaui perkiraan konsensus analis yang disusun oleh Bloomberg, dengan penjualan 62,2 miliar euro dan laba bersih 10,7 miliar. Salah satu alasan kinerja kelompok mewah ini adalah peningkatan profitabilitas di mana margin operasinya naik menjadi 26,7%, naik dari 21,4% pada 2019.

LVMH juga berencana untuk memberi penghargaan kepada pemegang saham dengan dividen 10 euro. Ini naik dari enam euro tahun lalu.

Di sisi lain, penjualan barang mewah di China pada tahun 2021 dilaporkan mengalami kenaikan hingga 36% bila dibandingkan tahun 2020. Kenaikan ini terjadi di saat warga negara itu tidak dapat berbelanja barang-barang mahal di luar negeri akibat Covid-19.

Dalam rilis baru konsultan Bain & Co awal pekan ini, penjualan barang-barang mewah pribadi di daratan China naik menjadi 471 miliar yuan di tahun lalu. Bahkan, angka ini jauh mengungguli total perbelanjaan barang mewah di masa pra pandemi 2019 lalu yang hanya 234 miliar yuan.

Pertumbuhan penjualan barang-barang mewah ini terjadi meski penjualan ritel China secara keseluruhan merosot sejak pandemi dimulai pada 2020. Data tersebut juga mencerminkan pertumbuhan pasar domestik China sebagai tujuan merek internasional.


[Gambas:Video CNBC]

(tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading