Bernilai 'Wow', Jeroan Lapindo Bisa Buat RI Kipas Duit?

News - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
26 January 2022 18:30
Logam Tanah Jarang

Jakarta, CNBC Indonesia - Berawal dari bencana, bisa berakhir jadi berkah. Ini yang bisa digambarkan untuk melihat situasi semburan lumpur Lapindo. Ternyata ada indikasi memiliki kandungan 'harta karun' dalam hal ini adalah mineral logam tanah jarang ataurare earth element(LTJ).

Komoditas ini dinamai logam tanah jarang karena didasarkan pada asumsi yang menyatakan bahwa keberadaan logam tanah jarang ini tidak banyak dijumpai. Namun pada kenyataannya, LTJ ini melimpah, melebihi unsur lain dalam kerak bumi.

Mengutip buku "Potensi Logam Tanah Jarang di Indonesia" yang diterbitkan Badan Geologi Kementerian ESDM 2019, logam tanah jarang (LTJ) merupakan salah satu dari mineral strategis dan termasuk "critical mineral" yang terdiri dari kumpulan dari unsur-unsur scandium (Sc), lanthanum (La), cerium (Ce), praseodymium (Pr), neodymium (Nd), promethium (Pm), samarium (Sm), europium (Eu), gadolinium (Gd), terbium (Tb), dysprosium (Dy), holmium (Ho), erbium (Er), thulium (Tm), ytterbium (Yb), lutetium (Lu) dan yttrium (Y).


Keterdapatan LTJ umumnya dijumpai dalam sebaran dengan jumlah yang tidak besar dan menyebar secara terbatas. Seperti halnya thulium (Tm) dan lutetium (Lu), kedua unsur ini merupakan dua unsur yang terkecil kelimpahannya di dalam kerak bumi, tetapi 200 kali lebih banyak dibandingkan kelimpahan emas (Au).

Meskipun demikian, unsur-unsur tersebut sangat sukar untuk ditambang karena konsentrasinya tidak cukup tinggi untuk ditambang secara ekonomis. Ketujuh belas unsur logam ini mempunyai banyak kemiripan sifat dan sering ditemukan bersama-sama dalam satu endapan secara geologi.

Sejumlah mineral yang mengandung LTJ seperti monasit, zirkon, dan xenotim, merupakan mineral ikutan dari mineral utama seperti timah, emas, bauksit, dan laterit nikel.

Tidak hanya itu, ternyata logam tanah jarang juga berpotensi terdapat pada batu bara.

Sumber daya logam tanah jarang ini banyak dicari oleh banyak pihak karena, "harta karun" ini memiliki banyak manfaat.

Manfaat yang paling utama adalah bisa digunakan sebagai bahan baku dari berbagai peralatan yang membutuhkan teknologi modern saat ini.Contohnya sebagai bahan baku untuk baterai, telepon seluler, komputer, industri elektronika.

LTJ juga jadi komoditas penting dalam energi hijau atau energi baru terbarukan (EBT). Dalam laporan Badan Energi Internasional (IEA) pangsa pasar LTJ bisa tumbuh hingga 40% pada tahun 2040 dalam memenuhi energi hijau. Dibandingkan saat ini, permintaannya bisa tumbuh 7 sampai 8 kali lipat.

Rare EarthFoto: IEA
Rare Earth

Logam ini bisa dipakai untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/ Angin (PLTB).

LTJ juga memungkinkan mobil listrik yang daat digunakan untuk perjalanan jauh. Ini karena logam neodymium, praseodymium, dysprosium, dan terbium adalah bahan penting dalam pembuatan motor listrik dan generator mobil listrik. Sedangkan lanthanum, neodymium, dan cerium penting dalam pembuatan baterai kendaraan listrik (EV).

Jika LTJ dikembangkan, Indonesia bisa jadi poros bahan baku green energy dunia karena memiliki mineral yang dibutuhkan dalam pengembangannya.

Hasil penyelidikan oleh Badan Geologi tahun 1994 dan 1996 di Belitung, hasil pengeboran tangan dan parit uji di daerah Tanjung Pandan menunjukkan kandungan LTJ dan logam langka seperti neodymium yang digunakan untuk bahan baku baterai EV.

Mengutip tradingeconomics, harga neodymium di pasar pada hari ini, Rabu (26/01/2022) tercatat sekitar CNY 1.285.000/ton atau setara Rp 2,92 miliar/ton (kurs Rp 2.269.87 per CNY).

Harga neodymium ini terlihat meningkat sejak awal 2021 di mana pada awal tahun harga berada di kisaran CNY 620.551 atau sekitar Rp 1,38 miliar/ton. Bahkan, pada Oktober 2020 harganya hanya sekitar CNY 423.810 atau sekitar Rp 941 juta/ton.

Harga neodymiumFoto: tradingeconomics
Harga neodymium

Mengacu booklet ESDM tahun 2020, China adalah produsen terbesar LTJ dengan kontribusi 62% dari total produksi dunia. Kemudian diikuti Amerika 12%, Australia 10% dan Myanmar 10%.

China juga memiliki cadangan terbukti LTJ terbesar di muka bumi. Jumlahnya sebesar 37% dari total cadangan terbukti di dunia.Sementara Brazil dan Myanmar memiliki masing-masing memiliki 18% cadangan LTJ.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Fakta 'Harta Karun' Super Langka RI, BUMN Ini Siap Garap


(ras/ras)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading