CNBC Insight

Corona Akhirnya Bikin Luhut Jadi 'Panglima' Pertama Kalinya

News - Petrik M, CNBC Indonesia
25 January 2022 12:35
Cover Insight, Luhut

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan adalah orang penting dalam perang melawan pandemi. Ia menjadi kunci penting dalam penanganan Covid-19 setelah dipercaya Presiden Jokowi sebagai 'panglima' melawan Covid-19, sebagai Koordinator PPKM Jawa-Bali.

Ia berkali-kali mengungkapkan melawan Covid-19 ibarat sebuah pertempuran butuh strategi. Luhut bahkan kemarin menyebut-nyebut istilah Teater perang dalam menghadapi potensi ledakan kasus Covid-19 di Jakarta akibat varian Omicron.

 "Teater perang pandemic yang terjadi di Jakarta menyebabkan assessment situasi provinsi [DKI Jakarta] tersebut bisa mungkin berubah," kata Luhut sebagai"panglima teater perang pandemic" (24/1/2022).


Bicara perang, Luhut Binsar Pandjaitan melewati banyak perang sejak muda. Sebelum dirinya masuk Akademi Militer Nasional, Luhut adalah pemuda pelajar yang berperang melawan komunisme setelah 1966. Setelah lulus Akabri pada 1970, Luhut masuk pasukan khusus baret merah (Kopassus).

Sebagai perwira baret merah, Luhut pernah dikirim ke daerah operasi militer di Timor Portugal (Kini Timor Leste). Julius Pour dalam Benny:Tragedi Seorang loyalis (2007: 196) menyebut bagaimana Luhut bertemu Benny Moerdani sebelum berangkat ke daerah operasi.

"Saya percaya kalian akan bisa merebut Dili. Tetapi saya juga sadar, di antara kalian pasti akan ada yang gugur dalam pertempuran," kata Benny kepada Luhut pada Sabtu pagi, 6 Desember 1975, di Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta. Namun, beruntung Luhut selamat dalam tugasnya. .

Luhut kemudian ikut dilatih di GSG 9 Jerman Barat bersama Prabowo Subianto. Pada 1981 Luhut memimpin Detasemen 81 Anti Teroris Kopassus. Sebagai komandan berpangkat mayor dan wakilnya Kapten Prabowo Subianto.

Pangkat Luhut tergolong lancar. Namun, jabatan teritorial tertinggi yang diraihnya adalah Komandan Korem Madiun 081/Dhirotsaha Jaya pada 1995. Menurut Sintong Pandjaitan, Luhut pernah jadi Komandan Korem terbaik. Namun, dia tak pernah jadi panglima KODAM.

"Jangankan jabatan Pangdam (Panglima KODAM), jabatan Kasdam (Kepala Staf KODAM) pun tak pernah saya alami," aku Luhut seperti dikutip Hendro Subroto dalam biografi Letnan Jenderal Sintong Panjaitan, Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando (2009: 462)

Dalam kariernya Luhut tak pernah jadi panglima dengan banyak pasukan. Meski dia dianggap mampu. Menurut Salim Said dalam Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto (2016: 160), Luhut dianggap orangnya Benny Moerdani, yang setelah 1988 orang yang dekat dengan Benny tak mendapat posisi penting.

"Pak Benny juga banyak memberikan kesempatan kepada saya untuk berkarya," kata Luhut seperti dicatat Hendro Subroto. Luhut tentu banyak belajar kepada Benny Moerdani sebagai perwira pasukan khusus.

Luhut adalah perwira yang punya inisiatif. Hendro Subroto menyebut Luhut pernah punya gagasan untuk membangun intelijen teknik di Detasemen 81, yang mampu menyusup ke daerah lawan.

Gagasan yang dipikir di zaman Benny Moerdani jadi Panglima ABRI itu baru terlaksana setelah Try Sutrisno menjadi panglimanya. Hasil ide ini adalah proyek Charlie. "Proyek Charlie berhasil dibangun dengan menggunakan bekas proyek Rajawali jauh sebelum zamannya Benny," kata Luhut.

Di kesatuan asalnya, Kopassus, Luhut tak pernah jadi komandan jenderal. Di Kopassus, Luhut paling tinggi hanya menjadi Komandan Grup 3 Sandi Yudha dan Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus). Sebagai tentara, Luhut harus ikut komando atasannya.

Setelah era Presiden Soeharto berlalu, karir Letnan Jenderal Luhut Binsar Panjaitan moncer, tapi tidak di militer. Mula-mula, Luhut menjadi Duta Besar RI Berkuasa Penuh Untuk Singapura dari 1999 hingga 2000. Setelahnya dia menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI pada Kabinet Persatuan Nasional, dari 2000 hingga 2001.

Setelah Jokowi menjadi presiden, Luhut jadi orang penting lagi. Mulai dari Kepala Staf Kepresidenan RI, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Dan Keamanan RI dan kemudian Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Pandemi telah membuat Luhut menjadi "panglima" dalam perang melawan pandemi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kasus Corona RI Melandai, 5 Provinsi Ini Penyumbang Terbanyak


(pmt/pmt)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading