Bukti Infeksi Omicron Tak Ringan, 2 Pasien Covid-19 RI Wafat!

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
23 January 2022 12:15
Registered nurse Estella Wilmarth tends to a patient in the acute care unit of Harborview Medical Center, Friday, Jan. 14, 2022, in Seattle. Washington Gov. Jay Inslee is deploying 100 members of the state National Guard to hospitals across the state amid staff shortages due to an omicron-fueled spike in COVID-19 hospitalizations. Inslee announced Thursday that teams will be deployed to assist four overcrowded emergency departments at hospitals in Everett, Yakima, Wenatchee and Spokane, and that testing teams will be based at hospitals in Olympia, Richland, Seattle and Tacoma. (AP Photo/Elaine Thompson)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 masih menjadi tantangan bagi banyak negara termasuk Indonesia. Apalagi saat ini muncul varian baru Omicron.

Infeksinya virus ini dikatakan tidak separah varian delta. Namun, demikian bukan berarti Omicron tidak bisa menyebabkan kematian.

Eks Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama membeberkan bahwa sudah ada dua orang meninggal akibat Covid-19 varian Omicron.


"Kita amat berduka dengan wafatnya dua warga kita karena Omicron kemarin," ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Minggu (23/1/2022).

Menurutnya, dengan dua korban meninggal ini, maka tidak bisa lagi dikatakan infeksi dari Omicron tidak parah atau ringan. Sehingga, kewaspadaan masih harus ditingkatkan terutama dengan ketat protokol kesehatan.

"Jadi semua kita harus ekstra waspada, tentu tanpa perlu panik," kata dia.

Apalagi beberapa negara di dunia sudah menyatakan, ke depan korban kematian akibat Covid-19 varian Omicron akan lebih meningkat. Diantaranya adalah negara Amerika Serikat (AS) dan Australia.

Kemudian, kasus Covid-19 di Indonesia juga terus meningkat mencapai angka ribuan lagi setelah beberapa pekan landai di hanya ratusan orang yang terinfeksi.

"Jumlah kasus Covid-19 terus meningkat, pada 20 dan 21 Januari di atas 2.000 dan pada 22 Januari sudah di atas 3.000, entah bagaimana hari ini dan besok-besok hari," jelasnya.

Dengan kondisi ini, lagi-lagi ia mengingatkan kepada masyarakat bahwa virus Corona masih menjadi ancaman. Sehingga protokol kesehatan ketat masih menjadi keharusan.

"Protokol kesehatan (3M, 5M) jauh lebih ketat kita laksanakan, berubah dari new normal menjadi now normal," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Warga RI Jangan Panik, Ini Panduan Jika Positif Omicron


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading