Sstt.. Ibu Kota Baru RI Dikepung Harta Karun Melimpah lho..

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
20 January 2022 13:50
Desaiin Garuda Istana Negara Ibu Kota Baru (Instagram/@Jokowi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia akan memiliki ibu kota negara (IKN) baru di dekat Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, yang diberi nama Nusantara. Ibu kota negara baru ini semakin nyata ketika sidang paripurna DPR RI resmi menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN) menjadi Undang-Undang, Selasa (18/01/2022).

Dengan adanya UU ini, maka pembangunan akan segara dilakukan sehingga pada tahap awal tahun 2022-2024, rencana pemindahan ibu kota bisa dilakukan secara bertahap.

Pembangunan IKN ini diperkirakan memakan waktu selama 20-25 tahun ke depan. Pasalnya, total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun ibu kota negara baru ini tak main-main, yakni berjumlah hingga Rp 466 triliun, baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun swasta.


Seperti diketahui, ibu kota baru bernama Nusantara ini terletak di antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Lokasi ini bisa dikatakan "dikepung" oleh berbagai sumber "harta karun" RI, mulai dari minyak dan gas bumi, batu bara, batuan andesit, hingga emas dan perak.

Lantas, berapa besar "harta karun" komoditas tambang di ibu kota negara baru ini? Berikut ulasan CNBC Indonesia.

1. Minyak dan Gas Bumi

Daerah Kalimantan Timur merupakan salah satu daerah kaya migas. Salah satu proyek hulu migas di Kalimantan Timur yang digadang-gadang menjadi proyek andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu proyek gas laut dalam atau Indonesia Deep Water Development (IDD) yang kini masih di bawah pengelolaan Chevron Indonesia Company Ltd (CICO) walaupun Chevron telah menyebut akan melepaskan kepemilikan saham di proyek ini.

Proyek IDD yang terletak di Kutai Basin, lepas pantai Kalimantan Timur ini terdiri dari Lapangan Bangka, Gendalo Hub dan Gehem Hub. Chevron telah memproduksi gas dari Lapangan Bangka mulai Agustus 2016 dengan kapasitas produksi hingga 110 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Namun untuk pengembangan Gendalo dan Gehem Hub, hingga saat ini masih belum juga dioperasikan. Chevron pun telah memutuskan bahwa proyek IDD ini tidak dapat bersaing dalam portofolio global perusahaan dan kini sedang mengevaluasi kepemilikan dan pengoperasian 62% sahamnya di proyek IDD ini.

Berdasarkan data SKK Migas, saat ini proyek ini sedang dalam tahap proses evaluasi persetujuan revisi Rencana Pengembangan (Plan of Development/ POD ) I dan juga proses evaluasi usulan perpanjangan Blok Rapak dan Blok Ganal.

Bila Gendalo dan Gehem Hub ini beroperasi, maka diperkirakan bisa menghasilkan gas sebanyak 844 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan 27.000 barel minyak per hari.

Hingga saat ini SKK Migas masih menargetkan proyek ini secara keseluruhan bisa beroperasi pada kuartal keempat 2025. Adapun nilai proyek ini diperkirakan sebesar US$ 6,98 miliar.

Selain proyek "raksasa" tersebut, kini juga terdapat beberapa proyek hulu migas yang telah beroperasi di sekitar daerah itu. Salah satunya yaitu Blok Mahakam yang dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Mahakam.

PHM ini merupakan termasuk produsen minyak terbesar kelima selama 2021 dengan realisasi produksi terangkut (lifting) minyak sebesar 24.931 barel per hari (bph) atau 113,30% dari target dalam APBN 2021 sebesar 22.000 bph.

Sementara untuk gas, PHM merupakan produsen terbesar keempat di RI dengan realisasi salur (lifting) gas pada 2021 mencapai 481 MMSCFD atau 117,30% dari target APBN 2021 sebesar 410 MMSCFD.

Selain Blok Mahakam, ada juga Blok Muara Bakau yang dioperasikan perusahaan migas asal Italia, ENI, yakni ENI Muara Bakau B.V. ENI merupakan produsen gas terbesar kelima di Indonesia dengan realisasi lifting gas sebesar 320 MMSCFD atau 109,80% dari target 291 MMSCFD pada 2021.

ENI juga mengoperasikan Blok East Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur dengan unit usaha bernama ENI East Sepinggan Ltd dengan realisasi lifting gas sebesar 246 MMSCFD pada 2021 dari target 245 MMSCFD.

Pertamina pun juga memiliki unit usaha hulu migas lainnya di sekitar daerah ini, antara lain PT Pertamina Hulu Sanga Sanga di lepas pantai Kalimantan Timur dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

Pertamina Hulu Sanga Sanga mencatatkan lifting minyak sebesar 12.239 bph pada 2021 dan PHKT memproduksiĀ 9.294 bph.

Harta Karun Batu Bara dan Andesit
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading