Internasional

WHO Beri Kabar Melegakan, Tahun Ini Akhir Pandemi?

News - sef, CNBC Indonesia
20 January 2022 06:30
The logo of the World Health Organization is seen at the WHO headquarters in Geneva, Switzerland, Thursday, June 11, 2009. The World Health Organization held an emergency swine flu meeting Thursday and was likely to declare the first flu pandemic in 41 years as infections climbed in the United States, Europe, Australia, South America and elsewhere. (AP Photo/Anja Niedringhaus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa Covid-19 memang tidak akan pernah bisa diberantas. Tetapi masyarakat memiliki kesempatan untuk mengakhiri status darurat pada tahun ini.

Hal ini dikatakan salah satu pejabatnya dalam agenda Agenda Davos yang berlangsung secara virtual Selasa (18/1/2022). Status pandemi bisa diubah menjadi endemi.




"Kita tidak akan mengakhiri virus tahun ini. Namun yang dapat kita akhiri adalah 'darurat kesehatan masyarakat'," kata Direktur Darurat WHO Michael Ryan, dikutip CNBC International.

"Ini, kematian, rawat inap, gangguan yang menyebabkan tragedi. Bukan virus. Virus adalah kendaraan."

Meski menjadi endemi, ia tetap meminta semua orang waspada. Sekali lagi, ia meminta warga dunia sadar akan pentingnya vaksinasi.

"Endemik tidak berarti 'baik', itu hanya berarti 'di sini selamanya','" tambahnya.

"Apa yang perlu kita lakukan adalah mencapai tingkat kejadian penyakit yang rendah dengan vaksinasi maksimum dari populasi kita sehingga tak ada yang harus mati. Itulah akhir dari keadaan darurat dalam pandangan saya. Itulah akhir dari pandemi."

Sementara itu, di kesempatan berbeda di hari yang sama, pejabat WHO lainnya Pimpinan Teknis Covid-19 Maria Van Kerkhove menegaskan, Omicron bukan varian terakhir corona. Infeksi yang tinggi di dunia kemungkinan akan menyebabkan varian baru saat virus bermutasi.

Ia meminta, untuk saat ini, pemerintah dan warga bersabar untuk tidak melonggarkan langkah-langkah kesehatan masyarakat, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. Ia bahkan berujar, jika pelonggaran dilakukan, dunia akan berada di fase kritis.

"Ini tidak akan menjadi varian terakhir yang menjadi perhatian," tegasnya.

Dari data WHO pekan ini, Omicron meningkatkan kasus global hinggaa 20% dalam seminggu ini. Meski gejala ringan dibanding Delta, Omicron menular sangat cepat dan mengancam kelompok yang tidak divaksin dan memiliki komorbid.

Mengutip Worldometers, Kamis (20/1/2022), ada 338 juta kasus Covid-19 di dunia sejak pandemi mewabah di akhir 2019, dengan 5,5 juta kematian. Total warga sembuh 275 juta orang.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bos WHO Eropa Wanti-wanti Lonjakan Kasus Covid Gegara Omicron


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading