Cara Baru Starbuck Kuasi Pasar Kopi Kekinian China

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
18 January 2022 20:03
Startbuck Inc

Jakarta, CNBC Indonesia - Starbucks mengumumkan telah bekerja sama dengan aplikasi pengiriman makanan populer Meituan asal China untuk meluncurkan penawaran baru bagi pelanggan di Negeri Tirai Bambu, Selasa (18/1/2022).

Melansir CNN International, kini konsumen di China dapat memesan menu Starbucks melalui platform Meituan, yang memiliki lebih dari 667 juta pengguna aktif.

Starbucks bertujuan untuk membuat jalur pemesanan untuk masing-masing dari sekitar 5.000 toko China di platform Meituan pada akhir tahun 2022. Pengguna nantinya dapat melihat acara lokal dan melihat foto dan video dari barista di setiap lokasi.


Langkah ini menambah serangkaian kerjasama yang diperantarai Starbucks di China untuk mengejar konsumen secara lebih agresif.

Pada tahun 2020, Starbucks yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat (AS) meluncurkan inisiatif di WeChat, aplikasi jejaring sosial milik Tencent, untuk memungkinkan pengguna melakukan pemesanan pengiriman.

Dua tahun sebelumnya, Starbucks bermitra dengan Alibaba agar memungkinkan masyarakat melakukan pembelian melalui pengenalan suara, melalui aplikasi pengiriman makanan Ele.me, dan menggunakan Alipay, sistem pembayaran digital Alibaba.

Starbucks juga telah mencoba membuat pengiriman lebih efisien di China, dengan secara otomatis merealokasi pesanan ke toko lain jika produk terjual habis di satu toko lain.

Meski bekerja sama dengan Meituan, kemitraan Starbucks dengan Alibaba akan terus berlanjut. Bahkan rantai kopi ini berinisiatif meluncurkan "salon 1971" dengan Meituan, di mana pelanggan dapat memesan bagian dari toko Starbucks untuk acara pribadi, mulai dari pesta ulang tahun hingga pertemuan bisnis.

China sangat penting bagi Starbucks. Lebih dari 66.000 orang dipekerjakan di hampir 210 kota di sana. Perusahaan tersebut itu menghasilkan US$ 964 juta di China dalam tiga bulan yang berakhir Oktober 2021, menurut laporan pendapatan terbarunya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Langgar UU Antimonopoli, China Denda Meituan Rp 7,6 Triliun


(tfa/tfa)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading