2021 Melempem, Produksi Minyak 2022 Digenjot ke 703.000 Barel

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
17 January 2022 20:27
Kilang minyak

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan produksi terangkut (lifting) minyak pada 2022 ini ditargetkan naik 6,5% menjadi 703 ribu barel per hari (bph) dari realisasi lifting minyak pada 2021 yang "hanya" sebesar 660 ribu bph.

Realisasi lifting minyak pada 2021 lalu masih lebih rendah dari target yang ditetapkan sebesar 705 ribu bph.

Ketika realisasi lifting minyak pada 2021 ini saja sudah meleset dari target, apa iya lifting minyak pada 2022 ini akan meningkat dan mencapai target yang telah ditetapkan tersebut?


Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengakui bahwa masih ada selisih (gap) yang cukup besar yang harus diperjuangkan untuk mencapai target lifting minyak pada 2022 ini.

Namun menurutnya, adanya peningkatan jumlah kegiatan pengeboran pada tahun ini diharapkan bisa mendorong pencapaian target lifting minyak tersebut.

"Lifting minyak ditargetkan di APBN 2022 sebesar 703 ribu bph, sehingga di sini kelihatan gap masih cukup besar yang harus diperjuangkan," tuturnya saat konferensi pers, Senin (17/01/2022).

Dia memaparkan, dari sisi kegiatan eksplorasi, pada saat ini ada beberapa aktivitas survei seismik dua dimensi (2D) yang sudah bergeser menjadi survei seismik 3D, jumlah pengeboran sumur eksplorasi juga meningkat dari 28 sumur pada 2021 menjadi 42 sumur pada tahun ini, dan pengeboran sumur pengembangan naik menjadi 790 sumur dari 480 sumur pada 2021.

"Tentu saja kita harapkan ini bisa filling the gap," ujarnya.

Adapun untuk target salur (lifting) gas pada 2022 ini ditargetkan naik menjadi 5.800 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dari realisasi lifting gas di 2021 sebesar 5.501 MMSCFD.

Pada 2021 rasio penggantian cadangan terhadap minyak dan gas bumi yang dikuras (Reserve Replacement Ratio/ RRR) pada 2021 ini tercatat sebesar 116% atau 696 juta barel setara minyak (MMBOE) dari target 599 MMBOE.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Posisi RI di Tengah Ancaman Krisis Energi Dunia, Aman?


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading